JawaPos.com – PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia (Tokio Marine Life) memperkenalkan JejakBumi.id, platform kalkulator jejak karbon yang menghubungkan edukasi mengenai jejak karbon dengan aksi pemilahan sampah.
Berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa, Tokio Marine bersama ekosistem 38 Bank Sampah dan Rumah Pilah di Jakarta berinisiaitif mengambil tindakan nyata untuk mengurangi sampah. Melalui ekosistem ini, masyarakat tidak hanya diajak memahami jejak karbonnya, tetapi juga diperkenalkan pada salah satu tindakan sederhana yang dapat dilakukan sehari-hari, yaitu memilah dan menyalurkan sampah secara lebih bertanggung jawab.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jakarta menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah per hari. Sementara itu, TPST Bantargebang yang selama puluhan tahun menjadi salah satu tumpuan pengelolaan sampah Jakarta telah mendekati kapasitas maksimum, dengan timbunan sampah rata-rata mencapai sekitar 60 meter.
Kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari sumber. “Kami melihat bahwa edukasi mengenai lingkungan perlu diikuti dengan kesempatan bagi masyarakat untuk mengambil tindakan. Melalui JejakBumi.id, kami ingin mengajak masyarakat tidak hanya mengenali jejak karbonnya, tetapi juga melihat apa yang dapat dilakukan secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui pemilahan sampah,” ujar Alexander Mahendrawan, SVP Marketing & Corporate Planning Tokio Marine Life.
Baca Juga: Pendiri Bank Sampah Dukung Penanganan Sampah Nasional Lewat Teknologi Pirolisis PETASOL
JejakBumi.id mengambil pendekatan yang menghubungkan hasil perhitungan jejak karbon dengan aksi pemilahan sampah. Setelah mengetahui gambaran jejak karbon dari aktivitas sehari-hari, pengguna diarahkan untuk melihat langkah sederhana yang dapat dilakukan, salah satunya melalui Bank Sampah atau Rumah Pilah yang tersedia dalam rangkaian inisiatif tersebut.
Dengan demikian, alur yang ingin diperkenalkan melalui JejakBumi.id cukup sederhana:
Kenali → Hitung → Ambil Tindakan → Pilah Sampah
Inisiatif ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 13: Climate Action, khususnya semangat untuk meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai perubahan iklim dan pentingnya mengambil tindakan terhadap dampak lingkungan.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini karena kepedulian terhadap lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat. Kami berharap JejakBumi.id dapat membantu masyarakat lebih memahami jejak karbonnya dan kemudian menerjemahkan pemahaman tersebut menjadi tindakan nyata, salah satunya melalui pemilahan sampah,” ujar Utammi Sri Lestari, Head of Partnership, Dompet Dhuafa.
Keberadaan Bank Sampah dan Rumah Pilah menjadi bagian penting dari ekosistem ini karena menyediakan saluran bagi masyarakat untuk melanjutkan kebiasaan memilah sampah menjadi tindakan yang lebih terstruktur.
Data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa hingga awal Agustus 2026, persentase pemilahan sampah di Jakarta telah mencapai 23,14 persen. Pemprov DKI Jakarta juga mencatat keberadaan 2.247 unit Bank Sampah dan 31 TPS 3R sebagai bagian dari infrastruktur pendukung pengelolaan sampah.
Melalui kolaborasi bersama Dompet Dhuafa, Tokio Marine Life melibatkan 38 Bank Sampah dan Rumah Pilah sebagai bagian dari ekosistem aksi JejakBumi.id. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendekatkan pesan mengenai keberlanjutan dengan aktivitas yang dapat dilakukan langsung oleh masyarakat di lingkungannya masing-masing.
Untuk mendukung ekosistem tersebut, Tokio Marine Life juga memberikan bantuan operasional secara simbolis kepada Bank Sampah dan Rumah Pilah yang terlibat. Dukungan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus upaya mendukung para pengelola yang secara langsung menjalankan proses pemilahan dan pengelolaan sampah serta memberdayakan masyarakat di lingkungan sekitar.
“Melalui kolaborasi dengan 38 Bank Sampah dan Rumah Pilah, kami ingin mendekatkan JejakBumi.id dengan aksi yang benar-benar dapat dilakukan masyarakat. Bagi kami, platform digital menjadi titik awal untuk membangun awareness, sementara Bank Sampah dan Rumah Pilah membantu menghadirkan jalur aksi yang nyata di tingkat komunitas. Karena menjaga bumi tidak hanya dimulai dari seberapa banyak yang kita ketahui, tetapi dari apa yang kita pilih untuk lakukan,” ujar Ferawati Gondokusumo, Head of Marketing Communications & Corporate Branding Department Tokio Marine Life.
Bagian dari Semangat To Be a Good Company
Kolaborasi dengan Dompet Dhuafa juga melanjutkan hubungan yang telah terjalin antara Tokio Marine Life dan Dompet Dhuafa melalui berbagai kegiatan di bidang sosial, kesehatan, pendidikan, dan kemanusiaan.
Bagi Tokio Marine Life, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen To Be a Good Company, khususnya melalui semangat Look Beyond Profit; melihat peran perusahaan tidak hanya dari sisi bisnis, tetapi juga dari kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat dan lingkungan.
Melalui JejakBumi.id, semangat tersebut diwujudkan dengan menggabungkan edukasi, partisipasi masyarakat, serta dukungan terhadap pihak-pihak yang menjalankan pengelolaan sampah secara langsung. Ke depan, Tokio Marine Life berharap JejakBumi.id dapat menjadi salah satu sarana untuk mendorong semakin banyak masyarakat mengenali dampak dari aktivitas sehari-hari dan mengambil bagian dalam menjaga lingkungan.
Editor : Mohamad Nur Asikin