JawaPos.com – Dua anggota Brimob tersiram air keras hingga dicopet saat membubarkan aksi tawuran yang terjadi di Jalan Basuki Rahmat (Bassura), Jakarta Timur. Pihak kepolisian saat ini tengah memburu para pelaku yang terlibat, termasuk yang melakukan tawuran.
Untuk menangkap pelaku, Polda Metro Jaya telah membentuk tim gabungan. Tim gabungan ini terdiri atas Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur. Diketahui aksi tawuran kembali terjadi di Jakarta pada Jumat dini hari antara warga RW 01 dan RW 02 Keluruhan Cipinang. Mereka saling melempar petasan dan batu.
’’Polda Metro Jaya membentuk tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dengan Polres Metro Jakarta Timur untuk memburu dan menangkap pelaku kekerasan terhadap personel Polda Metro Jaya yang kemarin,’’ kata Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi Minggu (1/9).
Mantan Kapolrestro Jakarta Selatan itu mengatakan sejauh ini sudah ada beberapa saksi yang diperiksa. Kegiatan olah tempat kejadian perkara (TKP) juga sudah dilakukan berikut pengumpulan barang bukti. ’’Ada (saksi) beberapa. Nanti kami pastikan jumlahnya ya. Olah TKP, barang bukti,’’ terang Ade Ary.
Ade Ary menyebut kondisi polisi yang menjadi korban air keras sudah membaik. Korban saat ini masih berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati dalam proses perawatan. Anggota polisi tersebut mengalami luka bakar sekitar 12 persen. Luka bakar dialami di bagian wajah, tangan, dan paha.
’’Ya, sudah ditangani di rumah sakit. Saat ini masih dalam penanganan yang intensif. Dalam keadaan sadar ya,’’ tuturnya.
Ade Ary mengimbau penyiram air keras kepada anggotanya yang membubarkan aksi tawuran di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Jatinegara, segera menyerahkan diri. ’’Kalau bisa menyerahkan diri itu sangat baik. Tapi akan diproses tuntas,’’ ujarnya.
Aksi tawuran di Jakarta sendiri memang kerap terjadi dan secara umum dilakukan pada dini hari. Ade mengimbau agar masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku bisa melapor dan tidak perlu takut. Sebab identitas informan akan disembunyikan.
’’Tawuran ini sudah berkali-kali terjadi, meresahkan masyarakat sekitar juga. Ini hal yang tidak baik, harus menjadi perhatian bersama,’’ tegasnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi