JawaPos.com – Pengusaha usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) semakin gencar memanfaatkan fasilitas online untuk memasarkan produknya. Bahkan, transaksi pembayaran produk pun sudah berbasis online. Atas atensi besar tersebut, Lembaga Layanan Pemasaran KUKM (Smesco Indonesia) menggandeng PT. Reka Multi Aptika sebagai perusahaan yang bergerak di bidang inovasi teknologi penyedia jasa pembayaran berbasis digital seperti uang elektronik dan transfer dana, yakni aplikasi QRIS BATPay.
Kerja sama tersebut dijalin lewat nota kesepahaman antara Smesco Indonesia dan PT Reka Multi Aptika dengan tajuk Pembentukan Kerja Sama Dukungan Pengembangan dan Peningkatan Kapabilitas Pengusaha UMKM Melalui Inovasi Teknologi Pembayaran Berbasis Digital yang ditandatangani oleh kedua belah pihak di Gedung Smesco Indonesia, Kamis (2/10/2025).
Direktur Utama Smesco Indonesia Doddy Akhmadsyah Matondang menyadari bahwa pengusaha UMKM kerap memanfaatkan fasilitas digital untuk bertransaksi dalam penjualan produk secara mudah dan cepat. Selain itu, dalam kerja sama tersebut disepakati untuk pengembangan, peningkatan promosi dan pemberdayaan, serta sosialisasi kepada UMKM untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di era digitalisasi dan mempersiapkan UKM masa depan yang berdaya saing.
’’Para pihak juga sepakat untuk kolaborasi strategis pada program digitalisasi lintas wilayah dalam berbagi pengetahuan, dan keahlian untuk meningkatkan kapabilitas, dan mendukung mitra UMKM,’’ kata Doddy di sela acara.
Doddy menambahkan, pihak PT Reka Multi Aptika akan memberikan pelayanan kepada UMKM dalam pembuatan atau pengembangan aplikasi BATBiz/QRIS BATPay, termasuk dukungan teknis dan operasional untuk pengelolaan aplikasi termasuk pelatihan dan pendampingan kepada pengusaha UMKM.
’’Kami sepakat untuk memanfaatkan jaringan regional para pihak untuk penyediaan tenaga ahli dalam kegiatan lokakarya yang berfokus pada melengkapi pelaku bisnis dengan sarana dan solusi teknologi untuk meningkatkan transformasi digitalisasi UMKM,’’ ujarnya.
Sementara itu, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman yang hadir di sela-sela acara mengapresiasi hadirnya layanan transaksi digital dengan pencairan dana di hari yang sama (same day payment) sebagai solusi memperlancar perputaran modal pengusaha UMKM.
’’Selama ini, banyak pengusaha UMKM enggan menggunakan pembayaran non-tunai karena proses pencairannya membutuhkan waktu cukup lama,” ujar Menteri Maman di Jakarta, Kamis (2/10).
Menurut dia, jeda pencairan 1–2 hari bisa menjadi kendala serius, khususnya bagi usaha mikro yang membutuhkan perputaran uang tunai secara cepat. ’’Saya mengapresiasi Batpay yang hadir memberikan solusi. Ke depan, saya berharap proses pencairan bisa lebih singkat lagi, bahkan hanya dalam 2–3 jam,” katanya.
Menteri Maman menekankan pentingnya solusi inklusi keuangan yang konkret. Dengan adanya percepatan transaksi digital yang didukung melalui nota kesepahaman, UMKM dapat lebih mudah melakukan onboarding ke ekosistem digital.
’’Kementerian UMKM akan terus mendorong agar semakin banyak pengusaha usaha masuk ke ekosistem digital, sehingga iklimnya makin sehat dan memberi dampak positif,” ujarnya.
Menteri Maman berharap para pengusaha UMKM dapat beradaptasi lebih cepat dan menjadikan digitalisasi sebagai strategi berkelanjutan, baik dalam memperluas pasar maupun meningkatkan manajemen usaha.
’’Dengan kolaborasi, inovasi, dan semangat kebersamaan, kita bisa membawa UMKM Indonesia naik kelas sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai komponen penting dalam ekonomi digital global,’’ katanya.
Andi Wiryawan, selaku Dirut PT Reka Multi Aptika atau pengelola BATPay , mengatakan bahwa pihaknya sangat bangga bisa bekerja sama dengan Smesco Indonesia. BATPay akan memberikan dukungan kepada Smesco Indonesia melalui pengembangan BATBiz/ QRIS BATPay, termasuk dukungan teknis dan operasional untuk pengelolaan aplikasi termasuk pelatihan dan pembaruan.
‘’Kami merupakan perusahaan yang bergerak di bidang inovasi teknologi penyedia jasa pembayaran berbasis digital, seperti elektronik dan transfer dana,’’ paparnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi