GAMBIR – Pemprov DKI terus meningkatkan layanan transportasi massal di Jakarta. Baik layanan yang berbasis rel maupun bus. Untuk yang berbasis rel, PT MRT Jakarta saat ini terus mengebut pembangunan Fase 2A rute Bunderan Hotel Indonesia (BHI)- Kota.
Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat menuturkan, progres Fase 2A itu kini sudah mencapai 53 persen secara total. "Yang paling terdepan itu progres Stasiun Monas dan Thamrin kurang lebih, hampir 90 persen," ujarnya. Dengan progres itu, dia menargetkan keduanya akan rampung pembangunannya akhir tahun depan.
"Sehingga, tahun 2027, kami siap operasikan secara bertahap. Jadi, pelanggan tidak lagi berhenti di Bundaran HI, tapi bisa langsung ke Stasiun Monas," jelasnya.
Secara total, untuk Fase 2A itu ada tujuh stasiun baru. Dan semuanya, ditargetkan bisa beroperasi pada 2029 mendatang. "Dalam pembangunan itu ada hambatan dan tantangan. Tidak mudah memang melakukan konstruksi ke arah Kota, dari Harmoni itu, jalurnya tidak lagi kiri kanan, tapi atas bawah," jelasnya. Meski begitu, mereka yakin target 2029 itu bisa tercapai tepat waktu.
Di sisi layanan, MRT Jakarta juga disebutkannya terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan. Termasuk dalam mengelola gangguan teknis seperti yang pernah terjadi antara Stasiun ASEAN ke Blok M karena gangguan sinyal. Mereka menanganinya dengan cepat, hanya hitungan menit. "Saat ini, kami sudah melayani sekitar 121 pelanggan (penumpang) per hari," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Syafrin Liputo menuturkan, untuk peningkatan layanan transportasi umum di Jakarta, Pemprov DKI sangat ketat dalam hal pengawasan. Jika ada keterlambatan layanan, Dishub DKI akan memotong subsidi yang diberikan kepada operator layanan transportasi umum tersebut.
Untuk MRT Jakarta, dalam hal jumlah penumpang, diakuinya mencatatkan pencapaian positif. Saat ini, jumlah pengguna harian telah menembus 121 ribu orang per hari. Angka itu melampaui target yang ditetapkan Pemprov DKI tahun ini.
"Target yang kami tetapkan kepada MRT Jakarta tahun ini harusnya 117 ribu penumpang, jadi sudah melampaui. Tahun depan akan saya tingkatkan," kata Syafrin.
Syafrin meyakini, peningkatan jumlah penumpang itu beriringan dengan peningkatan jalur layanan. Utamanya, jika MRT Jakarta bisa beroperasi ke Kota nantinya.
"Makanya, kami berharap, tahun 2027 itu bisa beroperasi sampai Harmoni. Jadi, nanti warga yang dari Selatan (Jakarta) yang biasanya sampai Bundaran HI, lalu lanjut ke Monas dan Harmoni naik TJ, itu bisa turun di Stasiun Monas maupun Stasiun Harmoni," katanya.
Dengan progres konstruksi yang terus berjalan, Syafrin juga meyakini, MRT Jakarta akan menjadi tulang punggung transportasi massal ibu kota dalam beberapa tahun ke depan. (rya/ind)
Editor : Arief Indra Dwisetyadi