Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan Olahraga

Rektor UI Resmikan Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan untuk Dukung Kajian Ilmu Lingkungan

Febry Ferdian • Rabu, 22 Oktober 2025 | 23:19 WIB
Diskusi di sela-sela GSSD UI yang diresmikan di Balai Sidang UI, Kampus Depok, Rabu (22/10).
Diskusi di sela-sela GSSD UI yang diresmikan di Balai Sidang UI, Kampus Depok, Rabu (22/10).
 
JawaPos.com – Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah meresmikan Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) atau Graduate School of Sustainable Development (GSSD) UI di Balai Sidang UI, Kampus Depok, Rabu (22/10).

Heri menjelaskan, SPPB merupakan hasil penggabungan dua sekolah di lingkungan UI, yaitu Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) dan Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG). Proses penyatuannya melibatkan empat organ penting universitas, yaitu Senat Akademik, Dewan Guru Besar, Majelis Wali Amanat (MWA), serta Rektorat UI.

"Ada panitia yang dibentuk pihak universitas yang menjalankan ini," kata Heri usai peresmian.

Dia menegaskan, seluruh proses pendirian SPPB telah melalui mekanisme yang sah dan mendapat pengawasan ketat dari Senat Akademik UI. Lembaga ini, menurutnya, berperan seperti DPR-nya UI yang terdiri dari perwakilan seluruh fakultas, guru besar, dan lektor kepala.

"Jadi ini sudah melalui proses yang proper, sesuai dengan regulasi yang ada di Universitas Indonesia dan tata cara akademik yang baik," terang Heri.

Dia memaparkan, secara historis SPPB sebenarnya berakar dari Sekolah Pascasarjana UI yang kemudian berkembang menjadi SIL dan SKSG. Namun, dalam perjalanan sembilan tahun terakhir, kedua sekolah tersebut dinilai tidak dapat berjalan optimal karena tumpang tindih administrasi dan struktur kepemimpinan.

"Dalam perjalanannya, dua sekolah ini ternyata tidak bisa berdiri sebagai satu sekolah yang itu. Namanya ada dua, direkturnya ada dua, tetapi badan administrasi sekolahnya satu," ungkap Heri.

Menurutnya, penggabungan SIL dan SKSG menjadi SPPB didasarkan pada hasil kajian mendalam mengenai arah perkembangan ilmu pengetahuan global, serta diskusi intensif antara empat organ UI. Dari proses itu muncul satu kata kunci utama, sustainable development atau pembangunan berkelanjutan.

"Di dalamnya, seperti yang disampaikan Pak Direktur tadi, bisa menjadi holding untuk kajian strategik, kajian global, dan juga ilmu lingkungan. Bahkan, bisa berkembang lebih luas lagi," papar Heri.

Menanggapi isu rebranding sekolah pascasarjana tersebut yang dikaitkan dengan kasus disertasi mahasiswa doktoral SKSG UI dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Heri tak menampik, ada persoalan kepatuhan akademik di masa lalu.

"Jadi ada ketidakpatuhan pada personel, makanya personel yang ada di dalam sendiri ada direktur mereka, kaprodi, itu dilakukan pembinaan," ujarnya.

Dia menambahkan, jika seluruh elemen universitas menjalankan prosedur dan aturan tertulis dengan baik, maka masalah serupa tak akan terulang.

"Dengan rebranding sekolah baru, adanya sekolah yang baru, kita berharap tidak terbebani oleh masalah lalu lagi," ucap Heri.

Sementara itu, Direktur SPPB UI Supriatna menuturkan, pendirian sekolah ini terinspirasi dari model sekolah pembangunan berkelanjutan di berbagai universitas ternama dunia.

"Multidisiplin, interdisiplin, dan transdisiplin. Jadi sifatnya bisa masuk ke semua, baik ekonomi, sosial, politik, ilmu lingkungan, dan lain-lain," kata Supriatna.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#ui #rektor universitas indonesia