JawaPos.com - Gubernur DKI Pramono Anung angkat suara terkait dua kejadian yang melibatkan PT Transportasi Jakarta (TJ). Yakni, Mikrotrans tabrak pemotor hingga aksi serikat pekerja yang mendesak manajemen PT TJ melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap dua atasan yang diduga melakukan pelecehan terhadap tiga pekerja perempuan.
Untuk pemotor yang ditabrak dan meninggal dunia itu, Pram menyampaikan duka mendalam. Dia juga sudah mengintruksikan kepada jajarannya agar seluruh pembiayaan ditanggung Pemprov DKI.
“Saya sudah mendengar bahwa ada masyarakat yang bernama Rahmat Juniarto yang kemudian sebagai pengemudi motor di daerah Cilangkap, tersenggol oleh Jak Lingko (Mikrotrans, Red) sampai dengan meninggal dunia,” ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (12/11).
Pramono juga menegaskan, para pengemudi di Jakarta untuk tidak ugal-ugalan dalam mengemudikan kendaraannya. Politisi PDI Perjuangan itu juga memerintahkan agar kejadian itu didalami lebih lanjut.
“Saya minta secara didalami apakah peristiwa itu betul-betul peristiwa kecelakaan ataukah ada keteledoran. Dan untuk itu biar didalami, tetapi sekali lagi, kami berduka cita,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga angkat suara terkait isu dugaan pelecehan seksual di lingkungan TJ yang tengah ramai saat ini. Terlebih, ada tiga pegawai perempuan yang bertugas sebagai satuan tugas (satgas) di unit Transcare dan Transjakarta Pariwisata yang diduga menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual oleh dua atasan mereka.
“Kalau memang ada pelecehan dan orangnya terbukti, saya akan minta untuk ditindak setegas-tegasnya. Citra Transjakarta sekarang sudah baik, jangan dirusak,” tegasnya. Citra baik yang dimaksudnya yakni diterimanya penyandang disabilitas bernama Zidan di TJ dan 15 perempuan menjadi pengemudi TJ.
“Fasilitas pelayanan (TJ) juga baik. Tetapi, kalau kemudian ada orang yang melakukan pelecehan, siapapun itu, kalau itu benar saya minta ditindak setegas-tegasnya,” terangnya.
Sementara itu, saat ditanyakan dua peristiwa itu, Direktur Utama PT TJ Welfizon Yuza tidak berkomentar.
Sebagai informasi, tiga karyawan perempuan TJ yang menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual itu ramai pasca aksi serikat pekerja di depan kantor TJ, Jakarta Timur, kemarin (12/11).
Editor : Arief Indra Dwisetyadi