Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan Olahraga

Perkuat Komitmen terhadap Investasi Berkelanjutan, PT UOB Asset Management Indonesia Raih Rekor AUM dengan Pertumbuhan YTD Lebih dari 80%

Arief Indra Dwisetyadi • Selasa, 25 November 2025 | 11:49 WIB
UOBAM Indonesia berkolaborasi dengan komunitas Bumi Journey dalam kegiatan Corporate Sustainability Stewardship dengan menanam bibit Mangrove di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu.
UOBAM Indonesia berkolaborasi dengan komunitas Bumi Journey dalam kegiatan Corporate Sustainability Stewardship dengan menanam bibit Mangrove di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu.

JawaPos.com – Industri investasi menunjukkan perubahan yang signifikan. Buktinya, PT UOB Asset Management Indonesia ("UOBAMI") mencapai dana kelolaan (AUM) tertinggi selama delapan bulan berturut-turut, sebesar Rp 1,5 triliun pada akhir Oktober 2025. Pencapaian ini semakin menegaskan posisi UOBAMI di industri investasi Indonesia.

Sejak resmi bergabung dengan Grup UOBAM pada akhir tahun 2019, UOBAMI terus memperluas kapabilitas serta ragam produk investasinya. Upaya strategis ini telah mendorong pertumbuhan AUM yang kuat dan konsisten. Sejak tahun ini, UOBAMI mencatat pertumbuhan AUM year-to-date (YTD) sebesar 84,32%, berada di atas rata-rata industri sebesar 23,61%.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri investasi menunjukkan perubahan yang signifikan. Para investor semakin mencari peluang yang tidak hanya memberikan imbal hasil finansial, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Banyak yang bertanya pada diri sendiri: "Bagaimana investasi saya dapat memberikan dampak positif?" 

Perubahan pola pikir ini mendorong peningkatan penerapan strategi investasi berbasis ESG di UOBAMI. Saat ini, sekitar 33% dari total AUM UOBAMI dialokasikan pada produk yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Pendekatan ini selaras dengan agenda keberlanjutan nasional dan mencerminkan komitmen jangka panjang UOBAMI dalam mendukung transisi menuju ekonomi berkelanjutan.

Kinerja UOBAMI juga mendapat pengakuan melalui tiga penghargaan industri pada 2025, yaitu: Best ESG Manager – Asia Asset Management Awards; Best Strategic Initiative (Nonbank Financial Institution) Indonesia – Finance Asia; Market Awards – Indonesia – AsiaInvestor Asset Management Awards (dua tahun berturut-turut).

Widrawan Hindrawan, Chief Executive Officer PT UOB Asset Management Indonesia, mengatakan pencapaian ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan yang diberikan para nasabah, tapi juga komitmen berkelanjutan kami dalam menghadirkan solusi investasi yang bertanggung jawab dan berorientasi ke depan.

’’Seiring dengan berkembangnya investasi berkelanjutan sebagai kekuatan utama dalam masa depan industri keuangan, kami percaya bahwa manajer investasi memiliki peran penting dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi investor maupun masyarakat,’’ Widrawan.

Selama satu tahun terakhir, kata dia, UOBAMI telah memperluas portofolio produk berbasis ESG dan memperdalam penerapan prinsip keberlanjutan dalam proses investasinya. Melalui integrasi ESG yang menyeluruh, stewardship yang transparan, dan pendekatan tematik, perusahaan berupaya memberikan imbal hasil kompetitif sekaligus mendukung dampak sosial dan lingkungan yang bermakna.

Ke depannya, UOBAMI akan terus menyelaraskan strategi investasinya dengan target keberlanjutan Indonesia dan ASEAN, serta memperkuat kemitraan dengan pemangku kepentingan lokal dan global untuk mendorong aksi kolektif menuju pertumbuhan berkelanjutan. Perusahaan juga akan meningkatkan edukasi publik mengenai investasi berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menumbuhkan pasar yang lebih sadar dan bertanggung jawab.

’’Pencapaian ini bukan akhir perjalanan, melainkan pondasi untuk fase berikutnya dalam pengembangan UOBAMI. Perusahaan meyakini bahwa sektor keuangan memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan positif. Bersama para klien dan mitra, UOBAMI berkomitmen untuk membantu membentuk masa depan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan bagi Indonesia dan regional,’’ tandasnya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#uob