JawaPos.com - Banjir pesisir atau rob kembali melanda wilayah utara Jakarta dan Kepulauan Seribu, dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 16 RT terendam hingga Kamis (4/12) pukul 14.00 WIB. Ketinggian air di beberapa lokasi bahkan mencapai setengah meter atau 50 sentimeter, menciptakan kondisi yang mengganggu aktivitas sehari-hari warga.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan menjelaskan bahwa rob ini dipicu oleh kombinasi fenomena alam: pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase Bulan Purnama dan Perigee (Supermoon). Sejak pukul 07.00 WIB, air di Pintu Air Pasar Ikan telah memasuki status Bahaya/Siaga 1.
"Data sementara terdapat 16 RT dan 2 jalan tergenang," ungkap Yohan, Kamis (4/12).
Berdasarkan data BPBD, meskipun jumlah RT terdampak lebih banyak di Kepulauan Seribu, genangan air paling tinggi dan terparah terjadi di Jakarta Utara. Secara rinci, 13 RT di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu terkena dampak: 10 RT di Kelurahan Pulau Harapan (Kepulauan Seribu Utara) dengan ketinggian genangan 10 sentimeter, dan 3 RT di Kelurahan Pulau Pari (Kepulauan Seribu Selatan) dengan ketinggian antara 10 hingga 20 sentimeter.
"Di Jakarta Utara, 3 RT di Kelurahan Pluit mengalami genangan yang lebih ekstrem, dengan ketinggian air antara 10 hingga 50 sentimeter, " kata Yohan.
Selain permukiman, banjir rob juga merendam dua ruas jalan di Kepulauan Seribu Selatan, tepatnya di Kelurahan Pulau Untung Jawa: Jalan Magot dan Elbok (RT 003 RW 03) dengan ketinggian 15 sentimeter, serta depan Puskesmas dan samping lapangan futsal (RT 001 RW 03) dengan ketinggian 10 sentimeter. Sementara itu, satu ruas jalan yang sempat tergenang di Jakarta Utara, yaitu Jl. RE. Martadinata (depan JIS) di Kelurahan Papanggo, sudah dilaporkan surut total.
Semua genangan ini disebabkan oleh rob dan masih dalam penanganan BPBD beserta instansi terkait. BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan serta memastikan saluran air berfungsi normal, dengan target agar genangan cepat surut.
"Masyarakat di kawasan pesisir diimbau untuk terus waspada terhadap potensi genangan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Dalam keadaan darurat, warga dapat menghubungi nomor telepon 112 yang beroperasi 24 jam non-stop dan gratis, " ujarnya.