JawaPos.com - Komitmen dalam membangun sumber daya manusia (SDM) lokal untuk menyambut Ibu Kota Nusantara (IKN) dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Hal ini ditandai dengan peluncuran proyek perubahan strategi percepatan implementasi gratispol Pendidikan, penyerahan simbolis bantuan uang kuliah tunggal (UKT) pendidikan gratispol.
Acara yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kaltim, Dr. H. Rudy Mas'ud, di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, beberapa waktu lalu. Dalam launching tersebut, Rudy Mas'ud secara simbolis menyerahkan UKT Gratispol kepada 53 perwakilan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN/S) di Kaltim.
Gubernur Rudy Mas'ud mengumumkan bahwa bantuan yang cair saat ini mencapai Rp 44 miliar dan disalurkan kepada 32.853 mahasiswa dari 7 PTN yang administrasinya telah lengkap. Dana ini diharapkan segera meringankan beban mahasiswa sebagai Generasi Emas Kaltim.
Meskipun pendapatan asli daerah (PAD) Kaltim sempat dipangkas, hal itu tidak menyurutkan tekad Pemprov untuk memajukan pendidikan. "Bagi kami, pendidikan ini bukan cost (biaya). Tapi investasi Kaltim," tegas Gubernur Rudy Mas'ud.
Ia menambahkan bahwa program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan dengan meningkatkan produktivitas masyarakat, di mana standar minimal yang diharapkan adalah lulusan S1.
"Gunakan segera (dana ini) untuk meringankan beban mahasiswa. Agar anak-anak Kaltim dapat mengenyam pendidikan tidak sebatas SMA/K, tapi hingga jenjang S1-S3," harapnya. Syaratnya pun sederhana, cukup minimum domisili Kaltim selama 3 tahun.
Lebih lanjut, Gubernur memberikan janji besar. Tahun depan, program UKT gratis akan diperluas ke seluruh universitas di Kaltim, mencakup semester 1 hingga semester 8.
Program ini merupakan upaya jangka panjang Pemprov Kaltim dalam meningkatkan kualitas SDM lokal, bukan sekadar proyek jangka pendek.
Dia juga memberikan peringatan keras terkait penggunaan dana hibah ini, yang merupakan amanah rakyat. "Dana gratispol wajib digunakan seoptimal mungkin dan tepat sasaran. Tidak boleh ada penyimpangan atau penyalahgunaan. Penggunaan dana harus akuntabel dan tertib administrasi," pesannya.
Momen peluncuran juga diisi dengan penandatanganan komitmen bersama jajaran PTN/S se-Kaltim, menandakan kolaborasi kuat antara Pemprov dan dunia akademis dalam mencetak calon pemimpin berakhlak dan warga negara yang bermanfaat.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi