Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Pemprov DKI Monitoring Ketersediaan Gas LPG Menjelang Nataru

Yogi Wahyu Priyono • Rabu, 10 Desember 2025 | 11:15 WIB

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo.
Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo.
 
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) bersama tim gabungan telah melaksanakan kegiatan untuk memastikan ketersediaan, stabilitas harga, dan kelancaran distribusi gas LPG 3 kilogram bersubsidi di wilayah Jakarta menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Tim gabungan yang terlibat dalam monitoring terdiri dari berbagai instansi dan lembaga, antara lain Dinas PPKUKM, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi), Biro Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta, Hiswana Migas, serta Pertamina Patra Niaga.

"Langkah antisipatif ini dimulai sejak Senin (8/12) dengan tujuan mencegah kelangkaan maupun kenaikan harga yang tidak wajar di tingkat konsumen, " kata Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo, Selasa (9/12). 

Baca Juga: Embung Lapangan Merah di Jagakarsa Diresmikan, Turunkan Risiko Banjir di Tiga RW

Ratu menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan secara langsung di berbagai titik rantai distribusi, mulai dari agen, pangkalan, hingga pengecer. Selain itu, seluruh pihak yang dipantau juga diharuskan memiliki izin usaha yang masih berlaku.
 
“Hasil monitoring untuk menunjukkan bahwa stok gas LPG 3 kilogram aman dan harga di tingkat agen serta pangkalan konsisten sesuai HET yang ditetapkan,” ujarnya. 

Ratu menjelaskan bahwa agen, pangkalan, dan pengecer gas LPG 3 kilogram telah menyatakan komitmen untuk tetap beroperasi selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan waktu operasional yang terjamin, yakni pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Hal ini bertujuan memastikan bahwa distribusi kepada masyarakat tidak akan terganggu.

“Komitmen para distributor untuk tetap beroperasi selama periode Nataru adalah kunci utama untuk menjamin kebutuhan energi masyarakat Jakarta terpenuhi tanpa kendala,” tegasnya.
 
Ia juga menambahkan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan terus melakukan pemantauan berkala dan tindakan tegas terhadap potensi penyelewengan, guna memastikan subsidi energi tepat sasaran dan stabilitas harga bahan pokok terjaga. “Saya mengapresiasi sinergi antara Pertamina, Hiswana Migas, dan seluruh distributor di Jakarta Pusat yang telah berkomitmen menjaga rantai pasok,” ungkapnya.
 
Sebagai informasi, harga jual gas LPG 3kg yang terpantau berada dalam batas yang ditetapkan, yaitu harga di tingkat agen sebesar Rp14.466 per tabung (sesuai HET), harga di tingkat pangkalan Rp16.000 per tabung (sesuai HET), dan harga di tingkat pengecer yang dijual kepada konsumen sebesar Rp20.000 per tabung.
 
Sebelumnya, pada Senin (8/12), Dinas PPKUKM bersama tim gabungan telah melakukan pemantauan titik rantai distribusi di wilayah Jakarta Pusat. Salah satunya adalah Agen PT Cahaya Inti Gasindo Jaya, yang mendapatkan pasokan dari SPBE Jakarta Utilitas Propertindo dengan kuota distribusi bulanan mencapai 37.880 tabung ke 17 pangkalan di Jakarta Pusat.

Sementara itu, stok harian di pangkalan tercatat cukup, dan pengecer juga memiliki stok yang memadai untuk melayani masyarakat. “Stok harian di tingkat Agen dan Pangkalan terpantau aman dan mencukupi,” tandas Ratu. 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#pemprov dki