JawaPos.com - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya telah secara resmi meluncurkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lokasi Balai Keprajuritan, Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta Selatan. Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah penting yang memperkuat ekosistem kendaraan listrik di ibu kota dan memberikan kemudahan lebih bagi masyarakat yang memilih transportasi ramah lingkungan.
Dengan peresmian SPKLU terbaru ini, jumlah total SPKLU di wilayah kerja PLN UID Jakarta Raya mencapai 671 unit yang tersebar di 365 lokasi. Fasilitas pengisian daya tersebut tersedia dalam berbagai kategori, mulai dari slow charging, fast charging, hingga ultra fast charging. Khusus untuk SPKLU di Balai Keprajuritan, dilengkapi dengan 2 konektor DC berkapasitas 120 kW yang termasuk dalam kategori ultra-fast charging.
Dengan kemampuan ini, pengisian daya kendaraan listrik dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien, bahkan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 40 menit untuk mengisi daya dari 0 hingga 80 persen.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin menegaskan bahwa pengembangan SPKLU adalah wujud nyata dukungan terhadap mobilitas ramah lingkungan di Jakarta.
"SPKLU ini kami hadirkan agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan pengisian daya. Kami ingin memastikan siapa pun yang memilih kendaraan listrik dapat merasakan kemudahan dan kecepatan dalam pengisian," kata Andy, Selasa (16/12).
Andy Adcha juga menekankan bahwa pembangunan SPKLU sejalan dengan komitmen PLN dalam mendukung transisi energi bersih di Indonesia, di mana setiap stasiun yang dibangun menjadi bagian dari upaya mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.
Peresmian SPKLU ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, stakeholder dari lokasi Marinir, serta mitra kerja, yang semuanya berpartisipasi dalam keberhasilan pengoperasian dua mesin SPKLU di lokasi tersebut.
"Data menunjukkan bahwa di Jakarta Selatan sendiri, jumlah SPKLU saat ini telah mencapai 153 unit. Penambahan stasiun baru akan terus dilakukan sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pasar, jika nantinya tingkat okupasi di Balai Keprajuritan tinggi dan terjadi antrian, PLN berencana menambah dua mesin lagi," jelasnya.
Mengenai tarif pengisian, Andy Adcha menjelaskan bahwa sebagai BUMN milik pemerintah, harga yang diterapkan mengikuti standar regulasi dari Kementerian SDM. Rata-rata tarif per KWH adalah Rp2.500-an, dengan margin yang dibagi antara pemilik lahan dan pemilik mesin yang bekerja sama dengan PLN.
Selain itu, PLN juga telah menyiapkan kesiapan untuk masa libur akhir tahun. Mulai tanggal 15 Desember, PLN telah menetapkan masa siaga listrik dengan mengerahkan sekitar 2.180 tenaga kerja dan membangun sekitar 200 Posko siaga yang tersebar di berbagai titik.
Untuk wilayah Jakarta Selatan, beban puncak rata-rata mencapai 5.700 MW, namun perkiraan akan turun menjadi 4.100 MW pada Natal dan hanya naik sekitar 200 MW pada Tahun Baru, yang masih dinilai sangat cukup. PLN juga telah melakukan pengecekan keamanan kelistrikan di beberapa gereja besar untuk memastikan perayaan Natal berjalan lancar.
Untuk layanan pengaduan terkait gangguan SPKLU atau kelistrikan, masyarakat disarankan menghubungi call center 123 atau melalui aplikasi pelayanan PLN. Sistem on-call memungkinkan tim terdekat langsung merespons laporan, bahkan dapat dipantau langsung oleh manajemen PLN untuk memastikan tanggapan cepat, jika dalam setengah jam belum ada petugas yang datang, GM PLN UID Jakarta Raya dapat langsung menghubungi pelanggan yang melaporkan.
Langkah Menuju Transisi Energi di Jakarta Selatan
Staf Operasi (Pasops) sekaligus Kepala Koperasi Pangkalan Marinir (Lanmar) Jakarta, Letkol Marinir Kusyuadi menyampaikan penghargaan yang mendalam atas sinergitas yang terjalin antar mitra dan instansi, yang menjadi pondasi keberhasilan peluncuran SPKLU ini di Jakarta Selatan.
"SPKLU yang diresmikan bukan hanya sekadar pembangunan fisik, melainkan juga merupakan langkah konkret dalam program transisi energi dari energi fosil ke energi baru dan terbarukan, selaras dengan kebijakan pemerintah yang akan dilaksanakan ke depan," kata Letkol Marinir Kusyuadi.
Menurut Letkol Marinir Kusyuadi, keberadaan SPKLU ini diharapkan dapat mengurangi emisi karbon di daerah tersebut. Saat ini, SPKLU di Balai Prajurit Cilandak memiliki dua DC EV, namun berdasarkan informasi dari PLN, gardu yang tersedia masih memungkinkan perluasan hingga dua kali lipat, yaitu menjadi empat mesin dengan delapan colokan. Hal ini diharapkan dapat menambah ekosistem kendaraan listrik yang terus berkembang di sekitar Jakarta Selatan.
"Jakarta Selatan sendiri dinilai sangat strategis dari segi pembangunan ekonomi dan lainnya. Di lingkungan Marinir di sekitar lokasi, meskipun sudah ada fasilitas pengisian untuk sepeda motor listrik, fasilitas untuk mobil listrik belum tersedia. Oleh karena itu, diharapkan SPKLU baru ini dapat lebih banyak dimanfaatkan oleh keluarga Marinir dan masyarakat sekitar yang sudah memiliki kendaraan listrik," tutupnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi