JawaPos.com - Tingkat partisipasi atau keterlibatan masyarakat di sektor kesehatan masih sangat rendah. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Seperti pemahaman yang kurang maksimal. Sampai soal biaya yang harus dikeluarkan.
Urusan partisipasi masyarakat dalam dunia kesehatan dikupas dalam diskusi yang diselenggarakan Indonesia Health Development Center (IHDC) di Jakarta. Ketua Tim Kajian IHDC Ray Wagiyu Basrowi mengatakan, salah satu indikasi terkait rendahnya partisipasi masyarakat dalam dunia kesehatan ada di program cek kesehatan gratis (CKG).
Seperti diketahui CKG adalah salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Lewat CKG, masyarakat bisa mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas atau sejenisnya. Masyarakat bisa mendapatkan layanan CKG itu di sekitar tanggal lahirnya, pada tiap tahunnya.
Dia mengatakan partisipasi masyarakat dalam program CKG masih rendah. "Karena mungkin belum ada edukasi yang maksimal, soal apa pentingnya ikut CKG," kata Ray dalam keterangannya (3/1). Dia menegaskan edukasi CKG tidak bisa sebatas program gratis atau tanpa biaya saja. Tetapi masyarakat harus diedukasi secara mendalam manfaat dari CKG tersebut.
Seperti diketahui data terkini dari program CKG ada sekitar 73 juta orang mendaftar. Kemudian ada sekitar 70 juta orang diantaranya yang sudah melakukan pemeriksaan kesehatan. Jumlah tersebut masih jauh dari total populasi masyarakat Indonesia yang mencapai 284 juta lebih.
Selain itu belum tingginya partisipasi masyarakat di dunia kesehatan juga disebabkan faktor lain. Seperti adanya stigma negatif terhadap pasien HIV/AIDS. Padahal mereka dituntut untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.
Ray mengatakan mereka menawarkan sejumlah solusi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam dunia kesehatan. Diantaranya lewat kampanye yang massif berbasis digital.
Selain itu pelibatan kader-kader posyandu di tingkat paling bawah. Selain itu juga memanfaatkan dana desa untuk membangun layanan kesehatan yang berkualitas di desa-desa.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Dewan Pembina IHDC sekaligus mantan Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, banyak faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam dunia kesehatan. Diantaranya soal biaya kesehatan.
Dia mengatakan saat ini di Indonesia rata-rata masyarakat mengeluarkan 30 persen biaya kesehatan dari kantong pribadinya. Angka ini tentu besar bagi sebagian masyarakat.
Dia berharap ke depan partisipasi masyarakat dalam dunia kesehatan meningkat. Sehingga bisa memperpanjang harapan hidup masyarakat Indonesia. Dia mengatakan saat ini rata-rata usia sehat sampai 60 tahun. Setelah itu masyarakat yang masih dikaruniai usia panjang, hidup dalam kondisi sakit.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi