JawaPos.com – Gubernur DKI Pramono Anung ingin menghidupkan kembali pasar-pasar tradisional di Jakarta. Utamanya, pasar-pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya. Hal itu disampaikan oleh Pramono saat meresmikan Pasar Kombongan di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (6/11).
’’Saya sudah meminta kepada pak Dirut (Dirut Perumda Pasar Jaya Agus Himawan) semua pasar dihidupkan kembali,’’ ujarnya.
Menurut Pramono, ada sebanyak 153 pasar yang dikelola oleh Perumda Pasar Jaya. Namun, dari jumlah itu, masih ada beberapa yang kondisinya becek hingga kumuh, yang membuat masyarakat enggan berbelanja ke pasar tersebut.
’’Intinya, pasar-pasar pasti kami hidupkan kembali. Pasar Kombongan ini sudah mangkrak hampir 4-5 tahun, dan hari ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,’’ ujarnya.
Menurutnya, salah satu penyebab mangkraknya revitalisasi pasar itu berkaitan dengan akses. Oleh karena itu, dia memerintahkan agar akses ke lokasi itu juga segera dilakukan perbaikan.
’’Saya tadi sudah meminta kepada bapak wali kota (Wali Kota Jakarta Pusat Arifin) dan juga bu asisten (Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Suharini Eliawati) untuk mengambil jalan keluar, memecahkan solusi terhadap akses yang dikeluhkan oleh sebagian pedagang,’’ imbuhnya. Dengan perbaikan akses itu, dia meyakini akan semakin banyak masyarakat yang berbelanja ke pasar tersebut.
Selain Pasar Kombongan itu, masih ada beberapa pasar lain yang dikelola Perumda Pasar Jaya yang mangkrak pembangunannya. Salah satunya, Pasar Blok A Fatmawati. Padahal, pasar itu sudah groundbreaking pada 2017 lalu. Namun, hingga saat ini, proses pembangunannya belum juga berjalan.
Terkait pembangunan pasar mangkrak, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan menyebutkan ada dua penyebabnya. Pertama, dampak pandemi dan masalah hukum.
’’Untuk Pasar Blok A itu, alhamdulillah sudah selesai masalah hukumnya di tingkat peninjauan kembali. Dan ini, kami sedang proses untuk mencari mitra, untuk kerja sama dengan pihak ketiga,’’ katanya.
Tidak hanya mangkrak, dia menjelaskan, akan memperbaiki pasar-pasar lainnya secara bertahap. Utamanya, pasar-pasar yang kondisinya sangat becek dan kumuh. ’’Alhamdulillah, sekarang kondisi sampai dengan bulan Desember 2025 ini, sudah hampir 84 pasar yang kita perbaiki semuanya,’’ katanya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi