Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Mendikdasmen Resmikan 20 SD, 31 SMP, dan 27 Satuan Pendidikan Vokasi PKPLK di Kabupaten Garut

Arief Indra Dwisetyadi • Jumat, 9 Januari 2026 | 11:33 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu’ti, meresmikan 15 SD dan 27 satuan pendidikan vokasi, pendidikan khusus, dan pendidikan layanan khusus (PKPLK)
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, meresmikan 15 SD dan 27 satuan pendidikan vokasi, pendidikan khusus, dan pendidikan layanan khusus (PKPLK)

JawaPos.com – Upaya penguatan kualitas pendidikan dan perwujudan ''Pendidikan Bermutu untuk Semua'' melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan terus dikebut. Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, meresmikan 15 Sekolah Dasar (SD) dan 27 satuan pendidikan vokasi, pendidikan khusus, dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) penerima manfaat program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kamis (8/1).

"Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Garut, dinas pendidikan, kepala sekolah, dan semua pihak yang telah mendukung program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), khususnya program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025,'' ujar Mu'ti saatmeresmikan satuan pendidikan di SMK CiledugAl Musaddadiyah, Garut, Kamis (8/1).

Dia menjelaskan, revitalisasi itu merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan untuk membuat transformasi bidang pendidikan serta membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Menteri Mu'ti juga menuturkan bahwa salah satu unsur pendidikan unggul adalah terpenuhinya sarana dan prasarana pendidikan. Ia menyebut, pelaksanaan revitalisasi tahun 2025 dilakukan dengan sistem swakelola, dengan total progres 95 persen terselesaikan dari total 16.171 penerima manfaat program.

Baca Juga: DPRD DKI sebut Revitalisasi Pasar Hidupkan Ekonomi Kerakyatan

"Dengan sistem swakelola tersebut, kami melakukan evaluasi bahwa hasilnya penyelesaian pembangunan sekolah sangat tepat waktu, lebih efisien, lebih bagus hasilnya, dan lebih akuntabel laporan keuangannya,'' katanya.

Lebih dari itu, sistem ini juga dapat menyerap tenaga kerja yang besar dan mampu menghidupkan perekonomian di daerah.

Selanjutnya, Menteri Mu'ti menambahkan, Garut merupakan salah satu kabupaten dengan tingkat kewirausahaan yang tinggi. Karena itu, peran SMK sangat penting untuk mendorong kemajuan sektor kewirausahaan dan membawa kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Garut.

"Ke depan, kami telah merancang program untuk kemajuan SMK. Diantaranya,  kami akan memperbanyak SMK 4 Tahun, membentuk SMK berbasis keunggulan lokal, SMK berbasis sertifikat, serta menyiapkan para lulusan SMK untuk dapat bekerja di luar negeri," ucap Menteri Mu'ti.

Dampak Positif Revitalisasi

Selaku penerima manfaat program revitalisasi, Kepala SLB Negeri B Garut, Nia Suniawati, mengucapkan rasa syukur. Sebab, pada tahun 2025 sekolahnya mendapatkan bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan yang selama ini ia tunggu bertahun-tahun. Di hadapan Menteri Mu'ti, ia menyebut, sekolahnya mendapatkanbantuan sejumlah ruangan, antara lain ruang administrasi, ruang tata usaha, dan ruang kelas baru.

Dampak positif pasca revitalisasi juga diungkapkan oleh Kepala SDN 1 Pasanggrahan Sukawening Garut, Ai Mulyani. Dia sangat bahagia karena sekolahnya diresmikan Menteri Mu’ti dan menjadi salah satu penerima revitalisasi tahun 2025. "Sekolah kami telah menerima bantuan revitalisasi untuk toilet dan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Puji syukur, toilet kami sebelumnya kurang layak pakai, sekarang menjadi sangat bagus dan bersih," papar Ai Mulyani.

Selanjutnya, Kepala PKBM An Nabawi Garut, Kokoy Rokayah, mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Kemendikdasmen yang telah memberikan program revitalisasi. Program itu, menurut dia, sangat bermanfaat untuk warga belajar dan satuan pendidikan.

"Ini adalah mimpi kami yang terwujud melalui revitalisasi. Sejak dulu kami memimpikan sarana prasarana layak yang aman dan nyaman untuk dimanfaatkan warga belajar kami, dan puji syukur mimpi itu tercapai pada saat ini," kata Kokoy.

Selaku tuan rumah peresmian acara, Kepala SMK Ciledug Al Musaddadiyah, M Nasrullah Ramdhani, merasa bangga sekolahnya dapat menjadi lokasi peresmian dari sejumlah SD dan satuan pendidikan Vokasi PKPLK yang dilakukan oleh Kemendikdasmen. Ia mengungkapkan bahwa tahun 2025 sekolahnya menerima bantuan revitalitasi senilai Rp 1,5 miliar yang telah rampung pada akhir Desember lalu.

“Pada revitalisasi ini kami menerima, antara lain, laboratorium IPA, laboratorium komputer, satu ruang kelas baru, dan toilet. Terima kasih kepada Kemendikdasmen dan seluruh pihak yang menyukseskan revitalisasi ini, bantuan ini sangat bagus hasilnya dan menjadi motivasi baru bagi kami untuk mencapai prestasi yang tinggi,” terang Nasrullah.

Adapun 27 satuan pendidikan vokasi PKPLK di Kabupaten Garut tersebut meliputi yaitu SMKN 5 Garut, SMK Manbaul Huda, SMK Nuurul Muttaqin Cisurupan, SMK Kiansantang Sukawening, SMK IT Bina Nusantara, SMK TPI Al-Ghoniyyah Selaawi, SMK Setiap Bhakti Cilawu, SMK Syis Badruzzaman, SMK Ciledug Al Musaddadiyah Garut, SMK Tarbiyatul Aulad Cikajang, SMKN 10 Garut, SMK Al Ilyas Malangbong, SMK NU Al-Farisi, SMK IT Baitul Ma arif Cisewu, SMKN 4 Garut, SMK YPPT Garut, SMK Sentosa Cilawu, SMK Muhammadiyah Banyuresmi, SMK Muhammadiyah Kersamanah, PKBM An-nabawi, dan PKBM Intan Mandiri. Kemudian, SLB Putra Hanjuang, SLBN Kota Garut, SLBN Bag B Garut, SLB BC YGP Selaawi Garut, dan SLB An Nurfalah.

Selanjutnya, 15 SD di Kabupaten Garut yang diresmikanyaitu SDN 2 Karyasari Banyuresmi, SDN 4 Sukaratu Banyuresmi, SDN 4 Pataruman Tarogong Kidul, SDN 1 Mekargalih Tarogong Kidul, SDN 5 Sirnajaya Tarogong Kaler, SDIT Bhaskara Tarogong Kaler, SDIT PERSIS 99 Rancabango Tarogong Kaler, dan SDN 4 Sindanggalih Karangpawitan. Lalu, SDN 1 Pasanggrahan Sukawening, SDN 6 Pasanggrahan Sukawening, SDIT Atmaliah Sukawening, SDN 3 Barusari Pasirwangi, SDN 4 Barusari Pasirwangi, SDIT Al Kautsar Pasirwangi, SDN 2 Padamukti Sukaresmi, SD Muhammadiyah 1 Garut, SD Muhammadiyah 2 Garut, SD Muhammadiyah 3 Garut, SD Muhammadiyah 4 Garut, dan SD Muhammadiyah 5 Garut.

Sedangkan 31 SMP di Kabupaten Garut yang diresmikan adalah SMPN 1 Tarogong Kaler, SMP IT Al Juhdi, SMPN 3 Bungbulang, SMP Plus Madaarikul Ulum, SMP IT Al Minhaj Banjarwangi, SMPS IT Manbaul Huda, SMPN 1 Bayongbong, SMP IT Al Falah, SMP Plus Al Ittihad Selaawi, SMP Plus Persis Al Manar, SMPN 1 Caringin Garut, dan SMPN 1 Pameungpeuk.

Selain itu, SMPIT Al Hawari, SMPN 1 Banjarwangi, SMPN 1 Cibalong, SMP IT Nurul Hidayah Cikajang, SMPN 3 Banjarwangi, SMPIT Al Kafi Byongbong, SMPIT Darul Abror, SMP IT Peradaban Al Amin, SMPN 2 Banjarwangi, SMP Darussalam Tarogong Kaler, SMP Bina Mandiri Sukamanah, dan SMPN 2 Samarang.

Ada juga SMP Plus Al Kohar Tarogong Kidul, SMPN 2 Cilawu, SMP Muhammadiyah Tarogong, SMPN 3 Cicurupan, SMP IT Miftahul Falah Cicurupan, SMP IT Al Akhtar Pakenjeng, dan SMP Islam Al Fatah Ma Sum.

Peresmian revitalisasi ini menegaskan komitmen Kemendikdasmen dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Ke depan, revitalisasi satuan pendidikan diharapkan terus diperluas agar semakin banyak peserta didik di berbagai daerah memperoleh akses pendidikan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional. (*/oni)

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#kemendikdasmen