Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Dampingi Prabowo di Inggris, Menhut Ungkap Jurus Lindungi Keanekaragaman Hayati Indonesia

Hilmi Setiawan • Selasa, 20 Januari 2026 | 08:46 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menggelar lunch meeting bersama Direktur Eksekutif The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales Tom Clements di London (19/1). (Dok. Kememhut)
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menggelar lunch meeting bersama Direktur Eksekutif The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales Tom Clements di London (19/1). (Dok. Kememhut)

JawaPos.com - Sejumlah Menteri turut mendampingi lawatan Presiden Prabowo Subianto di Inggris. Diantaranya adalah Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Dalam kesempatan itu, Raja menyampaikan sejumlah jurus atau upaya melindungi keanekaragaman hayati Indonesia.

Upaya menjaga keanekaragaman hayati itu disampaikan Raja pada sesi Lunch Meeting with The Royal Foundation di London (19/1). Dalam kesempatan itu, Raja menegaskan komitmen Indonesia dalam melindungi keanekaragaman hayati dunia. Yaitu melalui penguatan hutan adat, perlindungan satwa liar, dan pemberantasan kejahatan satwa.

Dalam lunch meeting bersama Direktur Eksekutif The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales Tom Clements itu, Raja menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan biodiversitas tertinggi di dunia. Selain itu Indonesia juga berkomitmen penuh pada Global Biodiversity Framework.

Raja mengatakan Indonesia fokus mengurangi konflik manusia dan satwa liar. Khususnya konflik manusia–gajah di Sumatra. “Peta jalan mitigasi konflik manusia dengan gajah menargetkan 75 persen konflik dapat dikelola secara efektif. Serta penurunan risiko hingga 75 persen pada 2030,” jelas Raja dalam keterangannya (20/1).

Politisi PSI itu mengatakan untuk menekan kejahatan satwa liar, Indonesia memperkuat patroli di habitat kritis. Kemudian meningkatkan pengawasan di bandara dan pelabuhan. Serta memulangkan satwa hasil perdagangan ilegal ke habitat alaminya. Langkah itu dilakukan untuk menekan perburuan dan perdagangan satwa liar lintas negara.

Indonesia juga memperketat penegakan hukum serta bekerja sama dengan platform digital untuk mencegah perdagangan satwa liar secara daring. Kemenhut telah menandatangani nota kesepahaman dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia. "Tujuannya untuk mencegah perdagangan ilegal flora dan fauna dilindungi melalui sistem elektronik,” ujar Raja.

Selain itu dia juga mengatakan pengakuan hutan adat menjadi pilar utama strategi konservasi nasional. Menurutnya, kebijakan ini memperkuat peran masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai penjaga ekosistem. Pada November 2025, dalam United for Wildlife Global Summit di Rio de Janeiro, Indonesia menargetkan penetapan 1,4 juta hektare hutan adat, dengan kemajuan signifikan sepanjang 2025.

“Pengakuan hutan adat memberdayakan masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai garda terdepan penjaga keanekaragaman hayati,” katanya.

Raja menjelaskan sepanjang tahun 2025, kemajuan nyata telah dicapai. Dengan sejumlah unit hutan adat yang sedang melalui tahapan penetapan, konsolidasi, verifikasi, hingga penetapan hukum. Untuk menjamin kredibilitas dan kualitas, Indonesia telah menerbitkan Pedoman bagi Calon Verifikator Hutan Adat. Serta melaksanakan program peningkatan kapasitas di berbagai wilayah.

Sebagai informasi, Royal Foundation merupakan lembaga filantropi berbasis di Inggris yang didirikan oleh keluarga kerajaan Inggris yaitu Prince William dan Catherine (Kate Middleton). Lembaga ini didirikan untuk mendukung berbagai inisiatif global di bidang pelestarian lingkungan, aksi iklim, dan kesehatan mental. Selain itu juga menjelankan program pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan strategis yang berkelanjutan dan berdampak luas. 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#raja juli antoni