Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Lulusannya Bisa Bersaing Secara Global, Tiga Prodi Unika Atma Jaya Raih Akreditasi Internasional

Hilmi Setiawan • Senin, 9 Februari 2026 | 08:40 WIB
Mahasiswa Unika Atma Jaya belajar di salah satu laboratorium kampus. Tiga prodi di Unika Atma Jaya baru saja mendapatkan akreditasi internasional. (Dok. Unika Atma Jaya)
Mahasiswa Unika Atma Jaya belajar di salah satu laboratorium kampus. Tiga prodi di Unika Atma Jaya baru saja mendapatkan akreditasi internasional. (Dok. Unika Atma Jaya)

JawaPosw.com - Kabar baik datang dari lingkungan akademik Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya. Tiga prodi mereka baru saja mendapatkan akreditasi internasional. Capaian ini menunjukkan posisi kampus Atma Jaya sebagai pusat pendidikan Biosains di Indonesia.

Ketiga prodi Unika Atma Jaya yang baru mendapatkan akreditasi internasional itu adalah Bioteknologi, Teknologi Pangan, dan Magister Bioteknologi. Ketiga akreditasi internasional itu diraih dari ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik). Sebuah lembaga akreditasi ternama Jerman.

Dekan Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi (FBTI) Unika Atma Jaya Prof. Diana Elizabeth Waturangi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian ini. Melalui capaian ini, ke depannya FBTI berkomitmen untuk selalu meningkatkan kualitas pendidikan.

"Selain itu kami juga memperkuat posisi sebagai pusat pendidikan Biosains dan Teknologi yang unggul,” jelas Diana.

Dia menjelaskan akreditasi ASIIN juga menjadi langkah strategis bagi prodi, fakultas, dan universitas. Khususnya untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kolaborasi penelitian, kerja sama internasional, serta kepemimpinan akademik. Kemudian juga untuk pengembangan kurikulum, dan peningkatan kompetensi lulusan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ASIIN dikenal sebagai lembaga akreditasi yang menilai program studi di bidang teknik, sains, matematika, pertanian, dan biologi. Melalui pendekatan Outcome-Based Accreditation (OBE), ASIIN menilai kurikulum, kompetensi dosen, fasilitas, serta riset. Penilaian itu untuk memastikan lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan ilmu dan kebutuhan industri.

Diana menyebutkan akreditasi ASIIN itu memberikan manfaat signifikan bagi para mahasiswa. Seperti memudahkan lulusan bersaing di industri maupun dunia riset. Sekaligus membuka kesempatan untuk melanjutkan studi ke luar negeri sehingga lebih siap dalam menghadapi tantangan global.

Secara khusus Unika Atma Jaya memberikan apresiasi kepada para pimpinan program studi terkait. Diantaranya Dr. Listya Utami Karmawan selaku Ketua Program Studi Bioteknologi merangkap Ketua Tim ASIIN. Kemudian untuk Ir. Meda Canti, S.T.P., M.Sc. selaku Ketua Program Studi Teknologi Pangan. Serta Jimmy Suryadi, Ph.D. selaku Ketua Program Studi Magister Bioteknologi.

Mereka diberikan apresiasi karena telah berkontribusi dalam memimpin implementasi standar internasional ASIIN secara berkelanjutan. Sekaligus menjadi penghubung strategis dalam memperluas kolaborasi Unika Atma Jaya dengan mitra industri, akademisi, dan institusi global.

Bagi prodi dan fakultas, pengakuan ini bukan sekadar validitas semata, melainkan bukti komitmen seluruh civitas akademika dalam menjaga kualitas pendidikan, riset, dan kemitraan internasional. Diana mengatakan kreditasi itu juga menuntut universitas untuk menjaga kualitas akademik, meningkatkan akuntabilitas, dan mendukung lulusan siap bersaing secara global. 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#UNIKA #atmajaya