JawaPos.com – Komunitas Bermain telah menjadi salah satu fenomena sosial baru di ruang publik Jakarta. Kehadiran komunitas ini membawa aktivitas permainan tradisional ke tengah masyarakat urban. Gelaran yang rutin diadakan di Parkir Timur Gelora Bung Karno hampir selalu ramai diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Awal didirikan pada Agustus 2024, dengan tujuan utama melestarikan permainan tradisional. Kini, komunitas ini telah memiliki lebih dari 10.000 yang tersebar di beberapa kota besar. Jaringan komunitas ini semakin berkembang hingga luar Jabodetabek, seperti Bandung, Jogja, Palembang, Padang, hingga Surabaya.
Luasnya jaringan komunitas ini menjadi indikasi tingginya minat dan antusiasme warga untuk membawa kembali aktivitas berbasis interaksi langsung. Komunitas Bermain menyalurkan keinginan ini dengan membangkitkan permainan tradisional yang membutuhkan partisipasi banyak orang. Kegiatan rutin yang digelar umumnya memanfaatkan ruang publik sebagai lokasi bermain.
Baca Juga: Belum Kebagian Aldi’s Burger? Ini Daftar Burger Hits di Jakarta yang Bisa Kamu Coba
Komunitas Bermain memiliki beberapa jadwal kegiatan rutin yang diadakan saat event Car Free Day (CFD) atau agenda rutin “Goes To School” sekali dalam sebulan. Selain itu, ada agenda “Friday Night Fun” setiap Jum’at malam mulai pukul 19.00. Di Jakarta, “Friday Night Fun” digelar di Parkir Timur GBK, ini juga yang menjadi awal Komunitas Bermain menjadi viral di media sosial.
Permainan tradisional yang dihadirkan sejak awal pun sudah cukup beragam. Terdapat permainan yang bisa dimainkan mulai dari dua orang, seperti Congklak, Bekel, Gundu, dan Suit Monopoly. Tapi, ada juga permainan yang memerlukan partisipasi banyak orang seperti Kotak Pos, Lompat Karet, Ayam-Ayaman, Ular Naga, Petak Jongkok, juga Petak Gunung
Di tahun 2026, Komunitas Bermain menghadirkan lebih banyak permainan tradisional dalam setiap agendanya. Partisipan bisa ikut bermain bentengan, gasing, tepuk stick, karambol, hingga permainan bola kasti. Bahkan, permainan tradisional yang sudah jarang ditemui seperti egrang bambu dan egrang batok juga disediakan oleh penyelenggara.
Baca Juga: Menjelajah Jejak Maritim Nusantara: Serunya Mengenal Museum Bahari Jakarta
Selain itu, di tahun ini, Komunitas Bermain membawa beberapa permainan tradisional yang belum banyak dikenal seperti Perepet Jengkol, Bulan-Bulanan, juga Boy Boyan. Terdapat juga permainan yang umum ditemui hanya pada perayaan 17 Agustus, seperti Tarik Tambang dan Bakiak. Semua permainan yang dihadirkan, tidak hanya membawa nostalgia tapi juga interaksi aktif.
Tidak hanya berfokus pada permainan, partisipan juga bisa membangun relasi baru. Sambil bermain, peserta berkumpul, berkomunikasi secara aktif. Setelah selesai bermain, juga ada sesi foto bersama, dan partisipan yang ingin mengetahui setiap kabar terbaru bisa join grup Whatsapp atau Telegram Komunitas Bermain.
Komunitas ini terbuka untuk umum, tanpa batasan usia, gender, maupun status. Tempat pelaksanaannya pun memanfaatkan ruang publik, sehingga siapapun bisa melihat atau ikut bermain. Ini menjadi salah satu alasan setiap agenda Komunitas Bermain selalu diikuti oleh banyak orang dari berbagai kalangan.
Kini, keberadaan Komunitas Bermain sudah banyak diakui. Bahkan, akun resmi Instagram Gelora Bung Karno beberapa kali mengunggah aktivitas komunitas dan mengajak warga Jabodetabek untuk ikut berpartisipasi. Walaupun didirikan tanpa tujuan komersil, kehadiran Komunitas Bermain telah menunjukkan bahwa permainan tradisional masih relevan di tengah masyarakat modern.
Editor : Bintang Pradewo