Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Lagi Tren, Ini Tips Ikut Event Lari untuk Pemula Biar Nggak Tumbang di Tengah Jalan

Azmy Muhammad Kiranova • Senin, 4 Mei 2026 | 14:29 WIB
Lokasi yang paling populer untuk lari adalah kawasan Gelora Bung Karno di Senayan. Kompleks olahraga ini memiliki lintasan lari dan jalur pedestrian yang luas sehingga nyaman digunakan untuk jogging. (Dok JawaPos.com)
Lokasi yang paling populer untuk lari adalah kawasan Gelora Bung Karno di Senayan. Kompleks olahraga ini memiliki lintasan lari dan jalur pedestrian yang luas sehingga nyaman digunakan untuk jogging. (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com - Event lari sekarang bukan cuma milik atlet. Dari fun run sampai marathon, pesertanya makin beragam. Banyak yang ikut karena gaya hidup sehat, ikut-ikutan teman, sampai sekadar cari pengalaman baru. Bahkan, nggak sedikit yang baru mulai lari tapi sudah berani daftar event.

Tren ini memang positif, tapi tetap perlu diimbangi dengan persiapan. Soalnya, lari di event, apalagi jarak jauh, beda jauh dengan jogging santai biasa. Kalau asal ikut tanpa bekal, bukan cuma performa yang turun, tapi juga berisiko cedera.

Biar nggak zonk di hari lomba, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, terutama buat kamu yang masih pemula.

1. Mulai latihan pelan-pelan, jangan langsung ambisius

Banyak pemula yang terlalu semangat di awal, langsung lari jauh atau ngebut tanpa jeda. Padahal, tubuh butuh adaptasi. Idealnya, latihan dimulai dari jarak pendek dulu, lalu naik secara bertahap. Kuncinya ada di konsistensi, bukan kecepatan. Latihan rutin dengan intensitas ringan justru lebih efektif untuk membangun daya tahan dibanding latihan berat tapi jarang.

2. Jangan remehkan persiapan mental

Lari itu bukan cuma soal kaki, tapi juga kepala. Di tengah lomba, rasa capek bisa datang tiba-tiba dan bikin kamu ingin berhenti. Di sinilah mental diuji. Coba biasakan self-talk positif atau membayangkan skenario lomba sebelum hari H. Kedengarannya sepele, tapi cara ini bisa bantu kamu tetap fokus dan nggak gampang menyerah.

3. Atur pace, jangan kebut di awal

Salah satu kesalahan klasik pemula adalah terlalu cepat di awal lomba karena terbawa suasana. Padahal, ini justru bikin tenaga cepat habis. Lebih baik mulai dengan pace santai tapi stabil. Anggap saja kamu “menabung energi” untuk dipakai di akhir lomba. Kalau masih kuat di kilometer akhir, baru deh gas sedikit.

 

4. Menjelang lomba, kurangi porsi latihan

Mendekati hari lomba, bukan berarti harus makin keras latihan. Justru sebaliknya. Tubuh butuh istirahat supaya bisa tampil maksimal. Latihan tetap jalan, tapi dikurangi intensitasnya. Tujuannya supaya otot lebih siap dan energi tidak terkuras sebelum race.

5. Dengerin tubuh sendiri

Ini yang sering diabaikan. Kalau badan sudah kasih sinyal capek atau sakit, jangan dipaksa. Banyak kasus cedera terjadi karena orang terlalu memaksakan diri. Ingat, tujuan ikut event bukan cuma finis, tapi juga tetap sehat setelahnya. Jadi, lebih baik tahu batas daripada ambil risiko.

Di tengah tren event lari yang makin ramai, penting untuk kembali mengingat tujuan awalnya, yaitu menjaga kesehatan dan membuat tubuh lebih aktif, bukan sebaliknya. Jangan sampai keinginan ikut-ikutan justru berujung pada cedera atau kondisi tubuh yang drop setelah lomba.

Dengan persiapan yang tepat, event lari bisa jadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Menarik juga untuk melihat bagaimana setiap orang punya cara masing-masing dalam mempersiapkan diri. Kalau kamu sendiri, biasanya punya tips apa sebelum ikut event lari?

Editor : Bintang Pradewo
#tren lari #event lari #tips lari