Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan Olahraga

Dimsum hingga Hotpot, Mengapa Restoran China Modern Semakin Menjamur di Jakarta?

Azmy Muhammad Kiranova • Senin, 29 Juni 2026 | 08:51 WIB
Semakin banyak restoran China yang menawarkan konsep halal atau no pork no lard. (Instagram)
Semakin banyak restoran China yang menawarkan konsep halal atau no pork no lard. (Instagram)

JawaPos.com - Jakarta memang tidak pernah kehabisan tren kuliner. Setelah gelombang restoran Korea dan Jepang yang terus berkembang, kini restoran China modern juga semakin mudah ditemui di berbagai sudut ibu kota. Mulai dari restoran kasual, kedai hotpot, hingga restoran dengan konsep fine dining, semuanya hadir dengan tampilan yang jauh berbeda dibandingkan restoran Chinese tradisional yang selama ini dikenal masyarakat.

Jika dahulu restoran China identik dengan ruang makan besar untuk acara keluarga, interior bernuansa merah dan emas, serta menu klasik seperti capcay atau fuyunghai, kini konsepnya semakin beragam. Banyak restoran baru hadir dengan desain yang lebih minimalis, modern, dan menyasar generasi muda sebagai pasar utama.

Salah satu alasan utama menjamurnya restoran China modern adalah luasnya ragam kuliner Tiongkok itu sendiri. China memiliki berbagai tradisi kuliner regional yang sangat kaya, mulai dari Sichuan yang terkenal dengan cita rasa pedas dan sensasi mala, Kanton dengan menu yang lebih ringan, hingga Fujian dan Hakka yang memiliki karakter masakan tersendiri. Keragaman tersebut membuat pelaku usaha memiliki ruang yang sangat besar untuk terus menghadirkan konsep dan menu baru.

Fenomena tersebut terlihat jelas di Jakarta. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan seperti PIK, Kelapa Gading, Pluit, hingga sejumlah pusat perbelanjaan premium dipenuhi berbagai restoran China dengan konsep kekinian. Tidak hanya hotpot dan dimsum, masyarakat kini juga semakin akrab dengan menu seperti xiao long bao, lamian, roasted duck, hingga aneka hidangan khas Sichuan.

Perubahan gaya hidup masyarakat urban juga ikut mendorong tren ini. Konsumen saat ini tidak hanya mencari makanan yang enak, tetapi juga pengalaman bersantap yang menarik. Karena itu, banyak restoran China modern mengutamakan desain interior yang estetik, konsep dapur terbuka, hingga penyajian makanan yang menarik untuk diabadikan di media sosial.

Media sosial sendiri memiliki peran besar dalam mempercepat popularitas restoran-restoran tersebut. Tidak sedikit restoran yang viral karena tampilan makanannya yang unik, konsep ruang yang menarik, atau pengalaman bersantap yang berbeda. Tren hotpot dan barbecue misalnya, berkembang pesat karena menawarkan pengalaman makan bersama yang lebih interaktif dan sosial.

Selain itu, semakin banyak restoran China yang menawarkan konsep halal atau no pork no lard. Langkah ini membuat kuliner China dapat dinikmati oleh pasar yang lebih luas, khususnya di Jakarta yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Kehadiran restoran Chinese halal modern juga membuat masyarakat semakin terbuka untuk mencoba berbagai jenis masakan Tiongkok yang sebelumnya mungkin belum terlalu dikenal.

Di sisi lain, hubungan budaya yang telah terjalin lama antara Indonesia dan Tiongkok turut berperan dalam perkembangan kuliner ini. Berbagai hidangan yang kini dianggap akrab di lidah masyarakat Indonesia sebenarnya juga dipengaruhi oleh tradisi kuliner Tionghoa yang telah hadir selama ratusan tahun di Nusantara. Tidak heran jika adaptasi terhadap kuliner China modern berlangsung relatif cepat.

Melihat antusiasme masyarakat yang terus tinggi, tren restoran China modern di Jakarta tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat. Dengan pilihan yang semakin beragam, mulai dari restoran terjangkau hingga premium, masyarakat kini memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengeksplorasi kekayaan kuliner Tiongkok tanpa harus bepergian ke luar negeri.

Editor : Bintang Pradewo
#restoran china #dimsum #hotpot