Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan Olahraga

Tarif Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Dipatok Rp 15 Ribu per 1 September

Ryandi Zahdomo • Jumat, 31 Juli 2026 | 20:10 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Istimewa)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Istimewa)

JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta resmi mematok tarif operasional bus Transjabodetabek rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp15.000 per penumpang. Kebijakan ini bakal mulai berlaku efektif pada 1 September 2026 mendatang setelah masa uji coba dinyatakan usai.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, nominal tersebut merupakan hasil penyesuaian yang proporsional dan didasarkan pada masukan langsung dari masyarakat pengguna jasa.

"Ketika kami menanyakan kira-kira berapa angka yang wajar untuk penyesuaian harga, karena tidak mungkin harganya terlalu murah Rp3.500, hampir sebagian besar menyampaikan angka yang sekarang kita putuskan yaitu Rp15.000," ujar Pramono di Blok M, Jumat (31/7).

Pramono menambahkan, tarif ini tergolong sangat kompetitif dibandingkan opsi moda transportasi menuju bandara lainnya. Berdasarkan hasil survei internal, tingkat kepuasan publik terhadap layanan bus koridor ini bahkan menembus lebih dari 97 persen.

"Dan itu pun kalau dibandingkan dengan transportasi yang lain masih jauh lebih murah. Sehingga dengan demikian kami meyakini masyarakat pasti bisa menerima itu," tegasnya.

Bukan Kenaikan Harga, Pemprov Beri Waktu Sosialisasi

Penetapan angka tersebut tertuang secara legal dalam Keputusan Gubernur Nomor 685 Tahun 2026 tentang Tarif Layanan Angkutan Umum Transbandara Rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta yang dipublikasikan pada 31 Juli 2026.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Budi Awaluddin meluruskan persepsi publik dengan menegaskan bahwa kebijakan ini bukanlah bentuk kenaikan tarif, melainkan penetapan harga resmi pertama usai periode uji coba.

"Ini adalah bukan kenaikan, ini adalah penetapan. Karena sebelumnya belum ditetapkan, kan masa uji coba, ya. Jadi ini adalah tarif penetapan dan tarif dalam rangka perlindungan sosial," terang Budi.

Pemerintah memberikan jeda sosialisasi selama satu bulan sepanjang Agustus 2026 agar masyarakat dapat menyesuaikan diri sebelum skema komersial resmi berjalan penuh.

Layani Ribuan Penumpang dan Disubsidi Pemerintah

Layanan bus koridor Blok M–Bandara Soekarno-Hatta ini sebenarnya telah mengaspal sejak 12 Maret 2026 dan mendapat respons sangat positif.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Welfizon Yuza mengungkapkan, dalam kurun tiga hingga empat bulan operasionalnya, rute ini berhasil mencatatkan lebih dari 55.000 pengguna per bulan, atau rata-rata 1.800 hingga 1.900 penumpang setiap harinya.

Untuk menjaga kelancaran headway angkutan yang berada di kisaran 20 menit, Transjakarta telah menyiagakan 13 unit armada bus di rute sepanjang 64 kilometer tersebut.

Welfizon juga membeberkan bahwa angka Rp15.000 sudah mendapatkan intervensi subsidi yang cukup besar dari pemerintah. Biaya produksi asli (keekonomian) untuk perjalanan sejauh itu sebenarnya menyentuh angka Rp70.000 per penumpang.

"Penetapan harga akhir menjadi Rp15.000 diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor komprehensif, mulai dari struktur biaya, tingkat kemampuan membayar (ability to pay), kesediaan membayar (willingness to pay), hingga hasil survei di lapangan," pungkas Welfizon.

Editor : Bintang Pradewo
tarif transjabodetabek transjabodetabek blok m-bandara soetta