Pembangunan infrastruktur di kedalaman 18 meter ini disiapkan untuk menyambut perayaan Jakarta 5 Abad sekaligus mengantisipasi lonjakan hingga 6.000 penumpang harian.
Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) Ferdiansyah Roestam DS menjelaskan, jalur sirkulasi bawah tanah ini memiliki dua muara baru untuk memecah kepadatan pejalan kaki.
"Area ini tepat di bawah halte TransJakarta yang akan menghubungkan MRT Stasiun Bundaran HI dengan halte TransJakarta. Ada dua muara baru, yaitu Muara 1 yang terhubung langsung dengan Plaza Indonesia dan Grand Hyatt, serta Muara 2 yang tersambung ke Wisma Nusantara dan Hotel Pullman," ujar Ferdian, Rabu (19/8).
Fasilitas Baru dan Progres 21 persen
Akses di sisi timur dan barat ini memanfaatkan teknologi knock-down panel yang memungkinkan interkoneksi langsung ke area Basement 1 Plaza Indonesia maupun Basement 1 Wisma Nusantara. Untuk mendukung kelancaran pergerakan penumpang, Muara 1 (sisi barat) dilengkapi satu eskalator, satu tangga, dan satu lift. Sementara Muara 2 (sisi timur) ditunjang oleh eskalator dan tangga baru.
Hingga Juli 2026, progres fisik konstruksi telah mencapai 21,46 persen dan diproyeksikan naik menjadi 24,80 persen pada akhir Agustus 2026. Guna mengejar target penyelesaian pada Mei 2027, operasional pengerjaan dilakukan nonstop.
"Pekerjaan konstruksi berjalan 24 jam yang dibagi dalam tiga shift karena tenggat waktu yang ketat hingga Mei 2027. Pekerjaan berat dilakukan siang hari, sedangkan aktivitas yang menimbulkan suara dioptimalkan pada tengah malam agar tidak mengganggu stakeholders gedung sekitar," jelas Ferdian.
Mulai akhir Agustus 2026, metode open-cut mulai diterapkan untuk membuka area muara timur dan barat. Tahapan ini dibarengi rekayasa lalu lintas bertahap di kedua sisi Jalan M.H. Thamrin serta pelebaran area pedestrian hasil koordinasi dengan para pemilik gedung.
Dikonsep Jadi Destination-Oriented Hub
Tidak sekadar menjadi lorong perlintasan penumpang, Extended Concourse ini menyediakan 24 unit area multifungsi untuk tenant komersial. PT MRT Jakarta (Perseroda) merancang kawasan ini sebagai wadah gaya hidup baru di pusat kota.
Department Head Commercial PT MRT Jakarta (Perseroda) Ricky Agung Kresna Putra menegaskan, konsep penataan tenant tidak akan didominasi oleh gerai makanan dan minuman belaka.
"Kita nggak mau terus-terusan untuk hanya F&B lagi. Kita maunya ada lebih mix karena mungkin jadi tempat destinasi. Jadi destination-oriented gitu. Jadi memang nanti fokusnya mungkin kita akan lebih banyak di luar F&B juga tentunya," terang Ricky.
Editor : Bintang Pradewo