JawaPos.com - Purworejo, Jawa Tengah, memiliki beragam kuliner tradisional yang bisa menjadi pilihan oleh-oleh setelah berkunjung. Tidak hanya makanan bercita rasa manis, daerah ini juga memiliki camilan gurih hingga minuman yang memiliki ciri khas tersendiri.
Beberapa di antaranya bahkan memiliki bentuk, warna, hingga cara menikmati yang unik.
Berikut sejumlah oleh-oleh khas Purworejo yang bisa dibawa pulang.
Baca Juga: Menjelajah Wisata Kerinci, dari Danau Gunung Tujuh hingga Perkebunan Teh Kayu Aro
1. Geblek
Geblek merupakan salah satu camilan khas Purworejo yang terbuat dari tepung singkong atau tepung tapioka. Adonan tersebut diberi bumbu, kemudian dibentuk hingga menyerupai angka delapan sebelum digoreng.
Setelah matang, geblek memiliki tekstur kenyal di bagian dalam dengan bagian luar yang terasa lebih renyah. Camilan ini memiliki cita rasa gurih dan biasanya dapat dinikmati sebagai teman minum teh atau camilan sehari-hari.
2. Kue Lompong
Baca Juga: Polda Metro Jaya Rekonstruksi 23 Adegan Pembunuhan Ojol di Tangerang
Kue lompong memiliki tampilan yang cukup unik karena berwarna hitam pekat. Nama lompong sendiri merujuk pada talas yang menjadi salah satu bahan dalam pembuatan kue tradisional ini.
Warna hitamnya berasal dari pewarna alami yang dibuat dari damen atau batang padi yang dibakar kemudian dihaluskan. Kue ini memiliki tekstur kenyal dengan isian kacang tanah yang disangrai dan ditumbuk, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang kering.
3. Clorot
Clorot menjadi salah satu jajanan khas Purworejo yang mudah dikenali dari bentuk kemasannya. Kudapan ini dibuat dari tepung beras dan gula, kemudian dibungkus menggunakan daun kelapa muda yang dibentuk menyerupai kerucut.
Selain bentuknya yang unik, cara menikmati clorot juga menarik. Kue dapat didorong dari bagian bawah bungkus sehingga isinya perlahan keluar dari bagian atas. Teksturnya lembut dan agak lengket dengan cita rasa manis.
4. Bolen Pia
Baca Juga: Bittime Bidik Volume Perdagangan Futures Tumbuh 10 Kali Lipat
Bolen pia bisa menjadi pilihan oleh-oleh bagi wisatawan yang ingin membawa pulang camilan dengan cita rasa manis. Kudapan ini memiliki lapisan kulit yang renyah dengan isian manis di bagian dalam.
Bentuknya yang praktis membuat bolen pia juga cocok dibawa sebagai buah tangan untuk keluarga atau teman setelah berkunjung ke Purworejo.
5. Dawet Ireng
Dawet ireng merupakan minuman khas Purworejo yang memiliki tampilan berbeda dari dawet pada umumnya. Butiran dawetnya berwarna hitam karena menggunakan pewarna alami dari abu padi atau oman yang telah dibakar dan dihaluskan.
Dawet kemudian disajikan bersama santan, gula kelapa, dan es. Perpaduan tersebut menghasilkan rasa manis, gurih, dan menyegarkan, terutama ketika dinikmati dalam keadaan dingin.
Baca Juga: Gapero Minta Evaluasi Menyeluruh PP 28/2024, Jaga Keseimbangan Kesehatan dan Industri Tembakau
6. Jenang Krasikan
Jenang krasikan merupakan kudapan manis khas Purworejo yang terbuat dari beras ketan, gula Jawa, dan santan. Beras ketan yang digunakan terlebih dahulu disangrai hingga menjadi cengkaruk, kemudian digiling secara kasar.
Tekstur kasar atau berpasir dari jenang krasikan menjadi salah satu ciri khasnya. Kudapan ini memiliki cita rasa manis dan legit yang berasal dari perpaduan gula Jawa dan santan.
7. Krimpying Tutus atau Lanting Tutus
Krimpying tutus atau lanting tutus merupakan camilan berbahan dasar singkong yang diolah hingga menghasilkan tekstur renyah. Lanting umumnya memiliki bentuk cincin atau angka delapan dan digoreng hingga kering.
Baca Juga: Dishub dan Transjakarta Cek Kesiapan Dermaga dan Transportasi Air di Kepulauan Seribu
Salah satu keunikan lanting tutus terletak pada cara penyajiannya. Beberapa lanting berukuran kecil disatukan menggunakan tutus sehingga membentuk satu ikatan. Camilan ini pun praktis untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Beragam oleh-oleh tersebut menunjukkan kekayaan kuliner tradisional Purworejo. Dari camilan gurih seperti geblek dan lanting hingga kudapan manis seperti clorot dan jenang krasikan, wisatawan memiliki banyak pilihan untuk membawa pulang cita rasa khas daerah ini.
Editor : Bintang Pradewo