JawaPos.com - Bagi siapa saja yang sering berkutat di dapur, insiden terkena cipratan minyak panas rasanya sudah menjadi “makanan sehari-hari”. Entah karena terburu-buru memasukkan bahan makanan atau kondisi wajan yang terlalu panas, hal ini selalu berhasil memicu rasa panik karena efek perih yang melanda.
Dalam situasi seperti ini, tak jarang refleks pertama yang dilakukan adalah mencari bahan yang dianggap bisa meredakan panas dari cipratan minyak tersebut, salah satunya odol.
Padahal, mengoleskan odol bukan cara yang tepat untuk menangani kulit yang terkena cipratan minyak panas. Untuk luka bakar yang tergolong ringan, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan sebagai pertolongan awal di rumah.
Meski begitu, kondisi luka tetap perlu diperhatikan karena tingkat keparahannya bisa berbeda pada setiap kasus. Dilansir dari berbagai sumber kesehatan, berikut beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan di rumah saat terkena cipratan minyak panas.
1. Aliri Area yang Terbakar Dengan Air Mengalir
Saat kulit terkena minyak panas, segera jauhkan kulit dari sumber panas. Kemudian, aliri bagian yang terbakar dengan air mengalir yang sejuk selama sekitar 10 menit. Langkah ini dilakukan untuk membantu menurunkan suhu kulit setelah terkena panas.
Hindari menggunakan air yang terlalu dingin atau menempelkan es batu secara langsung pada kulit karena dapat merusak jaringan kulit. Juga, suhu yang terlalu dingin justru dapat memperparah kondisi kulit yang sedang mengalami luka bakar. Jika luka berada di area wajah, kamu bisa menggunakan kain bersih yang dibasahi air sejuk sebagai gantinya.
2. Lepaskan Benda Yang Terlalu Ketat
Jika area yang terkena minyak panas berada di sekitar cincin, gelang, atau benda lain yang cukup ketat, segera lepaskan secara perlahan. Hal ini sebaiknya dilakukan sebelum muncul pembengkakan di sekitar luka.
3. Kompres Basah Dengan Kain Bersih
Apabila area yang terkena cipratan minyak panas masih terasa nyeri dan bengkak, kompres bagian tersebut menggunakan kain bersih yang sudah dibasahi air sejuk. Cara ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan bengkak yang masih terasa pada area kulit yang terbakar.
4. Jangan Pecahkan Lepuhan
Jika setelah terkena minyak panas muncul lepuhan pada kulit, hindari untuk memecahkannya walaupun terkadang terasa mengganggu. Lepuhan dapat membantu melindungi bagian kulit yang mengalami luka dari risiko infeksi. Biasanya, lepuhan akan membaik dengan sendirinya seiring proses penyembuhan. Namun, apabila lepuhan pecah dengan sendirinya, bersihkan area tersebut secara perlahan dengan air. Hindari mengelupas kulit yang masih menempel pada luka dan jaga area luka tersebut tetap bersih.
5. Hindari Mengoleskan Bahan Sembarangan
Jangan mengoleskan odol, minyak, mentega, atau bahan rumahan lainnya pada kulit yang terbakar. Berdasarkan Mayoclinic, bahan-bahan tersebut justru dapat memerangkap panas dan menyebabkan iritasi pada kulit.
Meskipun hal itu sering dianggap bisa membantu mendinginkan luka, bahan-bahan tersebut justru dapat membuat kondisi luka bakar menjadi lebih buruk. Jadi, hindari mencoba berbagai bahan rumahan yang belum tentu aman sebagai pertolongan pertama.
Setelah melakukan pertolongan pertama di atas, tetap perhatikan kondisi luka bakar dan perubahan yang terjadi pada kulit. Jika luka terlihat cukup besar atau cukup dalam, atau mengenai area seperti wajah, tangan, kaki, alat kelamin, maupun sendi utama, segera cari pertolongan medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Jika rasa sakit semakin berat, kondisi luka memburuk atau muncul tanda-tanda infeksi selama proses penyembuhan, sebaiknya segera periksakan ke tenaga medis karena penanganan yang tepat dapat membantu mencegah kondisi luka berkembang menjadi lebih serius.
Editor : Bintang Pradewo