JawaPos.com - Rabies merupakan penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menyerang sistem saraf pusat dan berakibat fatal. Penyakit yang disebabkan oleh virus rabies ini umumnya menular melalui gigitan hewan yang terinfeksi, terutama anjing.
Selain gigitan, virus rabies juga dapat masuk ke tubuh melalui cakaran atau air liur hewan yang mengenai luka terbuka maupun selaput lendir, seperti mata dan mulut.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rabies hampir selalu berakibat fatal ketika gejala klinis sudah muncul. Meski demikian, penyakit ini dapat dicegah melalui vaksinasi hewan dan penanganan yang tepat setelah seseorang terpapar virus.
Karena itu, masyarakat perlu memahami cara melindungi diri dari penularan rabies. Berikut empat langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penularannya.
1. Vaksinasi Hewan Peliharaan Secara Berkala
Memastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi rabies merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah penularan penyakit ini. Vaksinasi membantu membentuk kekebalan pada hewan sehingga risiko terinfeksi dan menularkan virus kepada manusia dapat dikurangi.
Pemilik anjing dan kucing sebaiknya berkonsultasi dengan dokter hewan untuk mengetahui jadwal vaksinasi yang sesuai. Selain itu, hewan peliharaan perlu dijaga agar tidak berkeliaran tanpa pengawasan.
2. Hindari Kontak dengan Hewan yang Tidak Dikenal
Hindari menyentuh, mengganggu, atau mendekati hewan liar maupun hewan yang tidak dikenal. Meski terlihat jinak, kondisi tersebut tidak menjamin hewan bebas dari virus rabies.
Masyarakat juga perlu mengajarkan anak-anak agar tidak sembarangan mengelus atau memberi makan hewan di jalan. Jika menemukan hewan dengan perilaku yang tidak biasa, sebaiknya jaga jarak dan laporkan kepada pihak berwenang yang menangani kesehatan hewan.
3. Segera Cuci Luka Gigitan atau Cakaran
Apabila mengalami gigitan atau cakaran dari hewan yang berpotensi menularkan rabies, segera cuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 15 menit. Setelah itu, gunakan antiseptik jika tersedia.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, pencucian luka merupakan pertolongan pertama yang penting untuk mengurangi risiko infeksi rabies. Namun, langkah ini tidak cukup untuk memastikan seseorang terbebas dari risiko penularan.
Karena itu, jangan mengabaikan luka meskipun terlihat kecil atau tidak mengeluarkan banyak darah. Setelah membersihkan luka, segera cari pertolongan medis.
4. Segera Datangi Fasilitas Kesehatan
Setelah mengalami gigitan atau cakaran yang berisiko, segera kunjungi puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan. Tenaga kesehatan akan menilai tingkat paparan dan menentukan penanganan yang diperlukan, termasuk pemberian Vaksin Antirabies (VAR) dan Serum Antirabies (SAR) sesuai indikasi.
Jangan menunggu hingga muncul gejala untuk memeriksakan diri. Penanganan setelah paparan perlu dilakukan sesegera mungkin karena rabies dapat berakibat fatal ketika gejala klinis telah berkembang.
Apabila memungkinkan, laporkan juga kejadian tersebut kepada petugas kesehatan hewan agar hewan yang menggigit dapat ditangani sesuai prosedur. Namun, jangan menunda pemeriksaan medis sambil menunggu kondisi hewan dipastikan.
Penutup
Rabies merupakan penyakit serius yang perlu diantisipasi melalui kesadaran dan tindakan pencegahan sejak dini. Menjaga hewan peliharaan, menghindari kontak dengan hewan yang tidak dikenal, serta segera mencari pertolongan setelah terpapar menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penularan.
Dengan memahami cara pencegahannya, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan tidak menganggap remeh gigitan atau cakaran hewan yang berpotensi membawa virus rabies.
Editor : Bintang Pradewo