Bukan Sekedar Lelah, Ini 5 Tanda Burnout Kerja Yang Perlu Diketahui!

Nikita Salsabila Suhatri • Dipublikasikan Jumat, 6 November 2026 | 06:08 WIB
Ilustrasi seseorang yang mengalami burnout kerja. (magnific/freepik)
Ilustrasi seseorang yang mengalami burnout kerja. (magnific/freepik)
 
JawaPos.com - Pekerjaan yang menumpuk, tuntutan dari atasan, hingga deadline tugas yang berdekatan bisa menjadi sumber stres bagi seseorang. Kalau berlangsung terus-menerus tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini bisa memicu job burnout atau kelelahan akibat pekerjaan.
 
Dilansir dari Cleveland Clinic, job burnout adalah respons negatif berkepanjangan terhadap stres pekerjaan yang bisa menguras energi secara fisik, mental, maupun emosional. Kondisi ini berbeda dari kelelahan biasa karena dampaknya bisa berlangsung lebih lama dan membuat seseorang merasa kosong, kehilangan motivasi, serta merasa terbebani saat harus menjalani pekerjaannya.
 
Munculnya burnout kerja juga tidak selalu disebabkan oleh satu hal, melainkan bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Sebagaimana dilansir dari Mayo Clinic, beberapa di antaranya meliputi beban pekerjaan yang berlebihan, kurangnya kendali terhadap tugas, konflik di lingkungan kerja, hingga ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. 
 
Baca Juga: BNI Ingatkan Masyarakat Waspada Modus Penipuan Lewat Telepon yang Memanfaatkan Rasa Panik
 
Meski begitu, burnout bukan merupakan diagnosis medis atau gangguan kesehatan mental resmi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorikannya sebagai fenomena yang berkaitan dengan stres kronis di tempat kerja yang tidak berhasil dikelola. Gejala yang dialami pun bisa berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi dan pengalaman masing-masing.
 
Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda burnout sejak dini agar kondisi ini tidak semakin mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Lantas, apa saja tanda-tandanya? Berikut 5 tanda burnout kerja yang perlu kamu ketahui!
 
1. Merasa Lelah Secara Fisik dan Emosional
Salah satu tanda burnout kerja yang paling umum adalah kelelahan berkepanjangan, baik secara fisik maupun emosional. Dalam kondisi ini, kamu mungkin merasa tidak memiliki cukup energi untuk menyelesaikan pekerjaanmu, bahkan saat kamu sebenarnya sudah mendapatkan waktu istirahat. Healthline menyebutkan bahwa kelelahan akibat burnout juga bisa disertai dengan keluhan fisik seperti sakit kepala, sakit perut, hingga perubahan pola tidur dan nafsu makan. Akibatnya, aktivitas sehari-hari yang biasanya terasa ringan pun bisa menjadi lebih berat untuk dijalani.
 
2. Mulai Membenci Pekerjaan yang Dijalani
Perubahan lain yang bisa dirasakan saat mengalami burnout adalah munculnya perasaan tidak suka terhadap pekerjaan yang sedang dijalani. Kamu mungkin mulai merasa bahwa pekerjaanmu tidak lagi menyenangkan dan muncul kecenderungan untuk menghindarinya.
 
Baca Juga: Jangan Dianggap Sepele! Ini 7 Fakta tentang Cacingan yang Wajib Kamu Ketahui
 
Sebagaimana dilansir dari Alodokter, stres dan frustrasi akibat pekerjaan bisa membuat seseorang kesulitan dalam berkonsentrasi, merasa tidak kompeten, munculnya perasaan terbebani yang akhirnya bisa berkembang menjadi kebencian terhadap pekerjaan yang sedang digeluti.
 
3. Penurunan Performa Kerja
Mengalami penurunan performa juga bisa menjadi salah satu tanda burnout kerja. Tugas yang biasanya bisa kamu selesaikan lebih awal kini mungkin mulai membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikannya. Kamu juga bisa kesulitan memenuhi target atau merasa hasil pekerjaanmu tidak sebaik biasanya. 
 
Sebagaimana dilansir dari Alodokter, menurunnya minat terhadap pekerjaan bisa berdampak pada performa seseorang, sehingga hasil kerja yang diperoleh menjadi kurang memuaskan. Kondisi ini bisa membuat seseorang semakin sulit mempertahankan kualitas pekerjaannya.
 
4. Menjadi Lebih Mudah Marah dan Sensitif
Saat mengalami burnout, kamu mungkin menyadari bahwa dirimu menjadi lebih mudah tersinggung, cepat kehilangan kesabaran, atau merasa kesal saat menghadapi hal-hal kecil di tempat kerja. Situasi yang sebelumnya bisa kamu hadapi dengan tenang pun kini terasa lebih menguras emosi.
 
Healthline menyebut bahwa orang yang mengalami burnout cenderung lebih mudah kehilangan kesabaran terhadap orang-orang di sekitarnya, termasuk rekan kerja dan keluarga. Bahkan, aktivitas sehari-hari yang biasanya terasa biasa saja bisa menjadi sulit dihadapi saat kondisi tidak berjalan sesuai harapan.
 
5. Menarik Diri Dari Lingkungan Sosial
Selain penurunan performa kerja dan menjadi lebih sensitif, burnout juga bisa mempengaruhi kehidupan sosialmu. Kamu mungkin mulai membatasi interaksi dengan orang-orang di sekitarmu. Sebagaimana dilansir dari Healthline, burnout bisa membuat seseorang merasa kewalahan hingga menarik diri dari aktivitas sosial dan mengurangi kebiasaan berbagi cerita dengan keluarga, teman, maupun rekan kerja. Hal ini bisa membuatmu semakin terisolasi dari lingkungan sekitar kalau berlangsung secara terus - menerus.
 
Mengalami satu atau beberapa tanda di atas bukan berarti kamu pasti mengalami burnout. Namun, perubahan pada kondisi fisik, emosional, maupun perilaku tetap penting untuk diperhatikan, terutama kalau mulai muncul secara terus-menerus dan mempengaruhi keseharianmu. Selain itu, perlu diingat bahwa setiap orang juga bisa mengalami burnout dengan gejala yang berbeda, sehingga perlu untuk memahami kondisi diri sendiri.
 
Kalau kamu merasa tekanan pekerjaan sudah semakin sulit dihadapi hingga mengganggu aktivitas sehari-harimu, sebaiknya jangan abaikan kondisi tersebut. Berikan waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat dan jangan ragu untuk mencari dukungan dari orang terdekat maupun bantuan profesional kalau diperlukan agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
Editor : Bintang Pradewo
stres pekerjaan burnout