JawaPos.com - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) berupaya melakukan pemerataan ekonomi di seluruh desa. Termasuk, desa pesisir.
Mendes PDT Yandri Susanto menyampaikan, hampir 20% dari 75 ribu jumlah desa pesisir yang ada di Indonesia merupakan desa pesisir atau sekitar 15 ribu lebih. Faktanya 30% dari jumlah desa pesisir tersebut adalah desa tertinggal.
"Ini adalah persoalan yang mesti kita hadapi. Salah satu untuk menghadapi, menggeser dari desa tertinggal menjadi desa berkembang, maju dan mandiri adalah transformasi teknologi atau pengetahuan," kata Yandri.
Dia menuturkan, pihaknya telah menghadiri Pameran Ide dan Model Bisnis Inovasi Pengembangan Ekonomi Biru di Desa dan Daerah Tertinggal pada Rabu (16/7). Dalam acara itu, berbagai inovasi dipaparkan oleh 11 Inovator dalam program Blue Innovation Startup Acceleration (BISA).
Menurutnya, program BISA tersebut bisa menjadikan salah satu solusi daerah pesisir yang tertinggal. Karena ada beberapa terobosan atau inovasi yang sudah dipresentasikan kepada pihaknya.
"Ada kepala ikan yang bisa dijadikan biostimulan. Kemudian ada bekas jaring ikan yang bisa dijadikan pumping block dan lain sebagainya. Ada juga tadi produksi perahu listrik,ada juga sampah-sampah yang bisa dijadikan produk-produk unggulan yang lain," paparnya.
Menurutnya, program tersebut sangat strategis dam luar biasa. Kemudian juga sejalan dengan asta cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemeratan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
"Program akan kami senergikan, dari Kementerian Desa akan siap men-support bekerjasama, baik dari sisi regulasi maupun program di tingkat desa," ucapnta.
Dia menuturkan, program tersebut juga akan disambungkan dengan 12 Aksi Bangun Desa yang dicanangkan oleh Kemendes PDT. Diantaranya soal Koperasi Desa Merah Putih dan BUMDesa. Termasuk, swasemba energi, Hilirisasi Produk Pesisir Pantai.
Nantinya, dirinya dan Wakil Mendes PDT Ariza Patria akan menyambangi lokasi pelaksanaan inovasi sebagai bentuk dukungan secara langsung kepada Inovator tersebut. Program itu bakal dijadikan Pilot Project untuk ditindaklanjuti.
"Program ini akan kita replikasi atau kita lakukan juga di daerah lain karena program ini sangat bagus. Dan insya Allah bangun desa-bangun desa itu akan kita percepat," tuturnya.
Sementara itu, Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Samsul Widodo menambahkan, program BISA merupakan inovasi dan praktek terbaik terhadap peluang pengembangan ekonomi kelauatan yang relevan dengan gagasan kekinian. Diharapkan program itu menjadi salah satu alternatif dalam penguatan kolaborasi lintas instansi.
"Program ini melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, media, serta Inovator dalam pembangunan desa yang sejalan dengan amanat Asta Cita ke-6," imbuhnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi