JawaPos.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai jumlah Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di Dinas Bina Marga DKI saat ini belum ideal. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam upaya percepatan perbaikan jalan, terutama saat curah hujan tinggi.
Rano menyebut, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi diperkirakan masih terjadi hingga Maret 2026. Situasi itu tentunya berdampak langsung pada kondisi infrastruktur jalan di Jakarta.
“Ini menjadi kendala yang kita hadapi. Apalagi jumlah PJLP di Bina Marga terasa kurang karena hampir 125 orang sudah masuk masa pensiun,” ujar Rano.
Dia mengungkapkan, kepala Dinas Bina Marga DKI telah mengajukan permohonan penambahan jumlah PJLP. Saat ini, jumlah PJLP Bina Marga tercatat sekitar 1.000 orang yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta untuk pekerjaan berkaitan Bina Marga. Termasuk, untuk perbaikan jalan berlubang tersebut.
“Bayangkan, 1.000 orang memencar di semua Jakarta. Itu bukan pekerjaan mudah,” katanya.
Rano menilai penambahan personel itu sangat layak dilakukan. Menurut dia, idealnya Bina Marga setidaknya memiliki tambahan sekitar 1.200 PJLP agar pekerjaan perbaikan jalan bisa dikejar secara optimal.
Sebagai perbandingan, Rano menyebut jumlah PJLP di Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI yang angkanya lebih dari 3.000 orang. Kekuatan personel tersebut sangat terasa saat menghadapi kondisi darurat seperti hujan lebat dan banjir.
“Di saat banjir, di saat hujan, semua PJLP bergerak. Bukan hanya PJLP SDA, tapi juga PPSU, bahkan Damkar ikut membantu,” jelasnya.
Politisi PDI Perjuangan itu mengakui, penanganan banjir di Jakarta membutuhkan kerja keras lintas sektor, mengingat tantangan yang dihadapi cukup kompleks, terlebih saat curah hujan lokal tinggi, banjir rob, hingga air kiriman.
“Begitu hujan serentak, rob, kemudian banjir lokal dan air kiriman, kita harus kerja keras betul-betul,” imbuhnya.
Editor : Bintang Pradewo