Tak Cuma Pantai, Ini Pesona Geopark Belitung Timur dengan Batu Granit dan Mangrove

Rafi Akbar • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 18:37 WIB
Foto Tanjung Batu Pulas - Pulau Keran (Dok.Instagram)
Foto Tanjung Batu Pulas - Pulau Keran (Dok.Instagram)

JawaPos.com - Belitung selama ini identik dengan pantai berpasir putih dan bongkahan batu granit yang tersebar di sepanjang pesisir. Namun, keindahan alam Pulau Belitung tidak ditemukan di destinasi yang sudah populer saja. Bergeser ke Belitung Timur, wisatawan dapat menemukan kawasan yang menjadi bagian dari Belitong UNESCO Global Geopark.

Perjalanan di kawasan ini menawarkan pengalaman yang lebih beragam, mulai dari menikmati pantai dengan formasi batu granit hingga menyusuri kawasan hutan mangrove.

Belitong resmi masuk dalam jaringan UNESCO Global Geoparks pada 2021. Kawasan geopark ini mencakup Pulau Belitung dan sejumlah pulau kecil di sekitarnya, dengan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta budaya yang saling berkaitan.

Baca Juga: 5 Taman di Jakarta untuk Picnic Date, Cocok Buat Quality Time Bareng Pasangan

Salah satu karakter geologi yang menonjol adalah bentang alam tor granit, yaitu formasi batuan granit yang telah mengalami proses pelapukan dan erosi dalam waktu yang sangat panjang.

Salah satu kawasan yang menarik untuk dijelajahi adalah Tanjung Batu Pulas - Pulau Keran di Belitung Timur. Kawasan tersebut menjadi salah satu geosite dalam Belitong UNESCO Global Geopark dan memiliki karakter berupa lanskap tor granit.

Dilansir dari situs Belitong Geopark, Batu Pulas memiliki perpaduan antara formasi granit, pantai, hutan, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya. Batuan yang terdapat di kawasan tersebut juga memiliki sejarah geologi panjang, termasuk batuan dari periode Trias yang diperkirakan berusia sekitar 208–245 juta tahun.

Bagi wisatawan, menikmati pemandangan batu granit dari dekat tentu memberikan pengalaman tersendiri. Apalagi, perpaduan batuan berukuran besar dengan laut membuat kawasan ini memiliki karakter visual yang khas.

Dalam video perjalanan yang diunggah di YouTube, Dyon Amuk memperlihatkan perjalanan menuju Pantai Batu Pulas di Desa Cendil, Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur. Video tersebut juga menampilkan perjalanan menuju lokasi memperlihatkan suasana kawasan pedesaan hingga akhirnya tiba di area pantai.

Baca Juga: Nasi Auto Ludes! Begini Resep Ayam Suwir Daun Jeruk yang Gurih dan Pedas ala Luvita Ho

Selain batu granit dan pantai, kawasan Belitung Timur juga memiliki ekosistem mangrove yang menarik untuk dijelajahi.

Hutan mangrove menjadi salah satu bagian penting dari ekosistem pesisir. Pepohonan yang tumbuh di kawasan pasang surut tersebut tidak hanya memberikan suasana hijau, tetapi juga berperan sebagai habitat bagi berbagai organisme serta membantu menjaga kawasan pesisir. Di Belitong UNESCO Global Geopark, kawasan mangrove juga menjadi bagian dari kekayaan alam yang memiliki nilai geologi dan ekologis. Salah satunya adalah Kuale Granite Mangrove Forest, yang memiliki jalur mangrove dan memperlihatkan perpaduan antara ekosistem pesisir dengan batuan granit.

UNESCO mencatat kawasan tersebut memiliki jalur sepanjang sekitar 650 meter dan setidaknya enam jenis mangrove. Lanskapnya juga memperlihatkan hubungan antara batuan granit dan ekosistem mangrove yang berkembang di kawasan pesisir Belitong.

Berjalan menyusuri jalur mangrove bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana lebih tenang. Setelah melihat hamparan laut dan batu granit, suasana hijau di kawasan mangrove menawarkan pengalaman yang berbeda.

Karena itu, perjalanan ke Belitung Timur bisa menjadi kesempatan untuk mengenal alam dari sisi yang berbeda. Wisatawan tidak hanya melihat batu granit sebagai objek foto, tetapi juga dapat mengetahui bagaimana batuan tersebut menjadi bagian dari sejarah pembentukan kawasan Belitung. Begitu pula dengan mangrove. Keberadaannya memperlihatkan pentingnya ekosistem pesisir bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Belitung Timur memperlihatkan bahwa pesona Belitung tidak berhenti pada pantai berpasir putih. Batu granit, hutan mangrove, dan bentang alam yang terbentuk melalui proses geologi panjang menjadi bagian dari daya tarik kawasan ini.

Menelusuri pantai, melihat langsung formasi batu granit, kemudian menikmati suasana hutan mangrove bisa menjadi pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin mengenal Belitung lebih jauh. Sebagai bagian dari Belitong UNESCO Global Geopark, kawasan ini menawarkan perjalanan yang bukan hanya memberikan pemandangan indah, tetapi juga cerita mengenai alam dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Jadi, saat berkunjung ke Belitung, jangan hanya berhenti di destinasi yang sudah populer. Sisihkan waktu untuk menjelajahi Belitung Timur dan menemukan cerita yang tersimpan di balik batu granit dan rimbunnya hutan mangrove.

Editor : Bintang Pradewo
geopark belitung timur batu granit mangrove