BPBD DKI Laksanakan Operasi Modifikasi Cuaca sampai 21 Agustus

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah strategis dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Operasi ini bertujuan utama untuk mitigasi bencana hidrometeorologi ekstrem.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menyatakan bahwa OMC merupakan bentuk mitigasi proaktif dan antisipasi dari pemerintah daerah.
"Berdasarkan prediksi cuaca dari BMKG terdapat potensi peningkatan curah hujan di pertengahan Agustus, oleh karena itu OMC akan dilaksanakan selama 5 hari, mulai 17 hingga 21 Agustus 2025," ujar Isnawa, Selasa (19/8).
Hal tersebut sejalan dengan yang dipaparkan oleh Fahim dari Direktorat Meteorologi Publik BMKG. Ia menyebut, MJO aktif di Fase 2 (Samudra Hindia Bagian Barat), dan potensi gelombang low frequency dan Kelvin serta OLR negatif di wilayah Jawa Bagian Barat, sehingga berpotensi menjadi indikator masih adanya potensi hujan di sebagian wilayah Jabodetabek.
"Secara umum wilayah Jabodetabek memiliki kelembaban yang berkisar antara 40 - 100 persen pada lapisan 925 – 500 hPa. Labilitas atmosfer menunjukkan kondisi massa udara labil lemah dan potensi konveksi sedang,” jelas Fahim.
Sementara, Direktur Operasi Modifikasi Cuaca Budi Harsoyo menambahkan untuk strategi pihaknya sangat terfokus berdasarkan pantauan radar cuaca. "Tim akan melakukan intervensi dini terhadap awan-awan hujan potensial yang bergerak menuju Jakarta, " tuturnya.







