Dorong UMKM Jakarta Naik Kelas ke Pasar Global, Bank Indonesia Berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta

JawaPos.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta berkolaborasi dengan Pemprov DKI untuk mendorong UMKM naik kelas hingga bisa bersaing di tingkat global. Tujuannya, untuk memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota global. Karena itu, tidak hanya berfokus pada penguatan aspek manajemen bisnis, UMKM juga diubah pola pikirnya untuk bisa bersaing di pasar global yang semakin kompetitif.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Iwan Setiawan menuturkan, salah satu upaya mendorong UMKM naik kelas dengan program Jagoan Wirausaha Jakarta (Jawara) 2025. Tahun ini, ada sebanyak 960 pengusaha UMKM Jakarta yang mendaftar. Dari jumlah itu, 40 UMKM yang terpilih dibina berbagai aspek. Dari manajemen, teknologi IT, hingga digitalisasi.
“Jadi, kami kepengen UMKM sederhananya naik kelas. Naik kelas dalam arti kata bisa go export, go digital, dan go green ya, ultimate-nya nanti,’’ ujar Iwan.
Menurut Iwan, bersama Pemprov DKI, mereka ingin UMKM bisa terus termotivasi. Sehingga, UMKM bisa tetap tumbuh dan berkembang, memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap ekonomi Jakarta, termasuk Indonesia.
“Sebanyak 48 persen peserta dari 40 UMKM itu telah berhasil menembus pasar ekspor ke berbagai negara setelah memanfaatkan platform digital. Itu karena mayoritas mereka telah berinovasi dengan produk dan memperluas pasar baru,” tambahnya.
Untuk lebih banyak UMKM naik kelas, Pemprov DKI bersama BI Jakarta akan bersinergi untuk program bersama tahun depan. ’’Akhir tahun ini, supaya lebih optimal, lebih masif lagi, kami bersama-sama dengan Pemprov DKI akan duduk bersama untuk pengembangan UMKM,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menuturkan, Pemprov DKI mengapresiasi BI yang membantu UMKM Jakarta lebih naik kelas.
Dari data yang diterimanya, dari 40 UMKM yang terpilih, 37 di antaranya merupakan UMKM binaan Dinas PPKUKM DKI yang dikenal dengan Jakpreneur. “Ada 37 Jakpreneur, dan ini sebuah kebanggaan Pemprov DKI,” katanya.
Ratu mengakui, untuk mendorong UMKM naik kelas, Pemprov DKI membutuhkan dukungan dari banyak pihak. ’’Untuk lebih naik kelas lagi dan ini tepatnya memang harus Bank Indonesia yang pegang supaya lebih bisa menglobal untuk UMKM-nya,” terangnya.







