Kamis, 23 Juli 2026
Logo

Gubernur DKI Bantah Uji Coba RDF Rorotan Dihentikan Sementara

Kamis, 6 Nov 2025 | 22:09 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

JawaPos.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan untuk menurunkan kapasitas sampah commissioning atau uji coba fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara. Yang sebelumnya, commissioning itu sudah mengolah hingga 2.500 ton, kini diturunkan menjadi 1.000 ton sampah per hari.


Langkah itu diambil Pramono, setelah muncul sejumlah persoalan teknis dan keluhan warga sekitar terkait bau tidak sedap dari air lindi yang tumpah di jalanan.

’’Ketika RDF beroperasi dengan kapasitas 1.000 ton, tidak ada masalah. Tapi begitu dinaikkan menjadi 2.000 hingga 2.500 ton, muncul persoalan di lapangan,” ujar Pramono di Balai Kota, Rabu (6/11).

Dia tidak menampik bahwa RDF Rorotan itu dibangun dengan kapasitas 2.500 ton per hari. Namun, dia memerintahkan untuk dilakukan perlahan. ’’Iya, kalau 2.000 ton kemudian menimbulkan problem, kan, 1.000 (ton) dulu. Alon-alon waton kelakon,’’ katanya.

Menurut dia, peningkatan volume sampah itu menjadi masalah karena musim hujan yang terjadi belakangan di Jakarta. Sebab, menyebabkan banyak bakteri pada sampah tersebut.

’’Itu yang pertama. Yang kedua, yang paling penting ini, ketika transportasi menggunakan truk compactor. Itu truk lama yang digunakan sehingga air lindinga jatuh-jatuh,” terangnya. Sehingga, menyebabkan bau tidak sedap dan sebagainya.

“Maka tadi, dalam rapat saya sudah memutuskan, kita kembali ke 1.000 (ton) untuk produksinya (sampah yang diolah, Red). Karena ketika 1.000 (ton), masyarakat di sana juga diajak melihat cerobong dan sebagainya, cerobongnya bersih, tertata dengan baik, dan juga sampahnya teratur,” kata Pram.

Namun, ketika volume sampah dinaikkan, muncul masalah-masalah tersebut. Untuk mengatasi armada lama itu, Pramono juga menyatakan sudah memerintahkan percepatan pengadaan armada baru.

’’Sekarang sudah ada 93 truk tahun 2024. Saya minta pengadaan 2025 dipercepat. Truk lama akan ditarik dan diganti truk baru,” paparnya. Dengan begitu, tidak lagi ada truk yang air lindinya berceceran di jalan.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga membantah menghentikan sementara commissioning. “Enggak dihentikan. Uji coba tetap lanjut, tapi dibatasi 1.000 ton per hari,” jelasnya.

Sebelumnya, Pramono sendiri yang menyampaikan penghentian sementara uji coba atau commissioning itu. Langkah itu diambil setelah muncul penolakan warga akibat 23 anak di sekitar lokasi dilaporkan menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang diduga dipicu aktivitas uji coba tersebut.

’’Saya sudah meminta kepada kepala Dinas Lingkungan Hidup (Asep Kuswanto) untuk sementara menghentikan commissioning-nya terlebih dahulu,” ujar Pramono.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Jalan Licin dan Berlubang Telan Korban, Pemprov DKI Siapkan Perbaikan Darurat

Jalan Licin dan Berlubang Telan Korban, Pemprov DKI Siapkan Perbaikan Darurat

Curah hujan tinggi yang masih melanda Jakarta berdampak serius pada kondisi jalan. Sejumlah ruas mengalami kerusakan dan berlubang. Kondisi

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia