Selasa, 21 Juli 2026
Logo

Kemenag Sudah Sertifikasi 101 Ribuan Guru, Menyusul 600 Ribu Lagi pada 2026 dan 2027

Rabu, 24 Des 2025 | 21:22 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar (kanan) bersama Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin menghadiri Dialog Media Refleksi Kinerja 2025 di Jakarta (23/12).
Menteri Agama Nasaruddin Umar (kanan) bersama Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin menghadiri Dialog Media Refleksi Kinerja 2025 di Jakarta (23/12).
 


JawaPos.com – Tahun ini Kementerian Agama (Kemenag) mencatatkan sejumlah capaian kinerja. Diantara yang menonjol adalah program pendidikan profesi guru (PPG) atau sertifikasi. Total ada sekitar 101 ribu guru di bawah naungan Kemenag yang disertifikasi. Dua tahun ke depan, sertifikasi bakal semakin masif lagi.

Capaian sertifikasi guru itu disampaikan Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin dalam Dialog Media Refleksi Kinerja 2025 di Jakarta (24/12). Dia mengatakan,  sepanjang tahun ini Ditjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag melakukan sertifikasi 101 ribuan guru. ’’Ini angka yang besar,’’ kata Kamaruddin yang juga mantan Dirjen Pendis Kemenag itu.

Dia menegaskan, upaya sertifikasi guru tidak berhenti tahun ini saja. Ke depan bahkan lebih besar lagi. Kamaruddin mengatakan, bakal ada 600 ribuan guru yang disertifikasi pada 2026 dan 2027. Jika target tersebut bisa terlaksana dengan baik, maka jadi capaian yang fantastis.

Program sertifikasi selama ini sangat ditunggu-tunggu oleh guru. Khususnya guru non ASN. Pasalnya, sertifikasi adalah syarat utama untuk mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG). Guru yang lolos sertifikasi atau PPG akan mendapatkan sertifikat profesi guru. Sertifikat ini jadi kunci untuk mendapatkan TPG.

Bagi guru ASN, besaran TPG yang diterima tiap bulan sesuai dengan nominal gaji pokok. Sedangkan untuk guru bukan ASN, besaran TPG dipatok Rp 2 juta per bulan. Nominal ini naik dari sebelumnya yang ditetapkan Rp 1,5 juta per bulan.

Kenaikan besaran TPG untuk guru non ASN itu merupakan kado dari Presiden Prabowo Subianto, beberapa bulan setelah dilantik.

Capaian lain yang disampaikan Kamaruddin adalah transformasi sejumlah kampus IAIN jadi UIN. Dia mengatakan,  transformasi tersebut menjadi penggerak peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Kamaruddin juga menyampaikan perkembangan kelembagaan Kemenag. Seperti diketahui, di era Presiden Prabowo Subianto saat ini, Kemenag kehilangan dua unit utama. Yaitu Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) menjadi Kementerian Haji dan Umrah. Lalu, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) jadi badan sendiri.

Kamaruddin mengatakan, tahun depan diharapkan Ditjen Pesantren Kemenag akan diresmikan. ’’(Ditjen Pesantren) bukan sebagai gantinya Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah,’’ katanya. Lebih dari itu,  lahirnya Ditjen Pesantren di Kemenag merupakan afirmasi negara untuk pendidikan di pesantren. (wan/oni)

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Perkuat Moderasi Beragama di Indonesia, Kemenag Libatkan Unsur Polri dan TNI

Perkuat Moderasi Beragama di Indonesia, Kemenag Libatkan Unsur Polri dan TNI

Rapat Koordinasi Sekretariat Bersama (Sekber) Moderasi Beragama digelar di Jakarta (5/2). Rapat yang diinisiasi Badan Moderasi Beragama dan

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia