Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Gubernur DKI Pramono Anung Ajak Banten Kolaborasi Atasi Persoalan Sampah

Minggu, 8 Feb 2026 | 09:44 WIB
Sampah di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangsel, kerap menumpuk.
Sampah di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangsel, kerap menumpuk.
JawaPos.com - Gubernur DKI Pramono Anung menyebutkan, kolaborasi antardaerah sangat penting untuk mengatasi berbagai persoalan. Khususnya, Jakarta dengan Banten dalam pengelolaan sampah hingga integrasi transportasi.
 
Bahkan, Pramono menawarkan bantuan untuk mengatasi masalah Tangerang Selatan (Tangsel) yang sempat viral pada akhir 2025 hingga awal 2026 karena menumpuk di berbagai titik. Tidak terkecuali, di pasar-pasar dan pinggir jalan yang ada di Ciputat dan Serpong.

Bantuan itu bahkan disebutkannya disampaikan langsung kepada Gubernur Banten Andra Soni. ‘’Saya mengatakan kepada pak gubernur Banten, Pak kalau memang Banten belum sanggup, Tangerang Selatan belum bisa, sementara Jakarta mempunyai kemampuan, Jakarta yang meng-cover pembiayaannya,’’ terang Pramono.


Hal itu disampaikannya karena ingin menunjukkan tidak ada sekat antara Jakarta dan Banten. Bahwa, kolaborasi bisa dibangun atas kepentingan bersama, bukan ego wilayah.

Untuk bantuan, Pramono menegaskan, bukan untuk pengolahan sampah. Melainkan, untuk mengangkut sampah yang sempat viral karena menumpuk di banyak wilayah. Menurutnya, armada pengangkutan sampah yang dimiliki DKI bisa dimanfaatkan untuk itu.

‘’Saya membayangkan, kalau memang problemnya adalah transportasi, tentunya Jakarta punya alat transportasi yang bisa digunakan,’’ terangnya. Jadi, setelah sampah dibantu diangkut, jajaran Pemprov DKI akan menyerahkan pengelolaan kepada Banten.

‘’Mengenai pembuangannya, ya tentunya sepenuhnya kewenangan dari Tangerang Selatan. Kami ingin saling mengisi,’’ katanya.

Dibalik hal itu, produksi sampah Jakarta sendiri terus meningkat, kini mencapai 8.000 ton per hari. Untuk pengolahannya, Pemprov DKI paling besar mengandalkan TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Sementara untuk RDF Rorotan, yang digadang-gadang akan menjadi teknologi baru pengolahan sebanyak 2.500 ton sampah harian Jakarta, belum juga diresmikan. Hingga kini, RDF yang menelan alokasi APBD DKI 2024 sebesar Rp 1,3 triliun itu masih banyak kendala dan ditolak warga sekitar.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Pemprov DKI Perluas Layanan Transjabodetabek, Pramono Sebut Bisa Kurangi Kemacetan Lalu Lintas

Pemprov DKI Perluas Layanan Transjabodetabek, Pramono Sebut Bisa Kurangi Kemacetan Lalu Lintas

Kondosi Lalu lintas Jakarta sangat padat. Terlebih, pasca hujan ataupun banjir. Untuk mengatasi kemacetan tersebut, Pemprov DKI terus mening

Pemprov DKI Gratiskan Pengobatan Warga Tertampak Banjir

Pemprov DKI Gratiskan Pengobatan Warga Tertampak Banjir

Gubernur DKI Pramono Anung memastikan seluruh warga yang terdampak banjir mendapatkan layanan kesehatan gratis. Kebijakan tersebut berlaku d

Banjir Menggenangi Jakarta, Pemprov DKI Tunda Perbaikan Jalan

Banjir Menggenangi Jakarta, Pemprov DKI Tunda Perbaikan Jalan

Banjir yang menggenangi ruas jalan di Jakarta berdampak banyak. Tidak hanya kemacetan lalu lintas, banjir itu juga membuat banyak jalanan di

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia