Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Bir Pletok, Minuman Khas Betawi yang Pas Dinikmati di Tengah Cuaca Jakarta Tak Menentu 

Senin, 9 Mar 2026 | 12:17 WIB
Di tengah kondisi cuaca tak menentu, minuman hangat menjadi pilihan banyak orang. Selain kopi atau teh, ada pula minuman tradisional yang tidak kalah nikmat untuk dinikmati saat hujan turun adalah bir pletok. (Istimewa)
Di tengah kondisi cuaca tak menentu, minuman hangat menjadi pilihan banyak orang. Selain kopi atau teh, ada pula minuman tradisional yang tidak kalah nikmat untuk dinikmati saat hujan turun adalah bir pletok. (Istimewa)

JawaPos.com - Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas cukup deras. Hujan yang turun sejak siang hingga malam hari membuat suhu udara terasa lebih sejuk dibandingkan biasanya. Kondisi cuaca yang berubah ubah ini membuat masyarakat mencari cara untuk tetap merasa hangat dan nyaman saat beraktivitas.

Curah hujan yang cukup tinggi bahkan sempat menyebabkan genangan di sejumlah wilayah Jakarta. Beberapa kawasan permukiman hingga ruas jalan dilaporkan tergenang setelah hujan turun dalam waktu yang cukup lama. Situasi tersebut membuat aktivitas warga sedikit terganggu, terutama bagi mereka yang harus tetap beraktivitas di luar rumah.

Di tengah kondisi cuaca seperti ini, minuman hangat menjadi pilihan banyak orang. Selain kopi atau teh, ada pula minuman tradisional yang tidak kalah nikmat untuk dinikmati saat hujan turun. Salah satu minuman tersebut adalah bir pletok, minuman khas betawi yang dikenal memiliki cita rasa hangat dari perpaduan berbagai rempah.

Bir pletok sudah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat betawi. Meski namanya mengandung kata “bir”, minuman ini sebenarnya tidak mengandung alkohol. Bir pletok dibuat dari berbagai bahan alami sehingga aman dinikmati oleh berbagai kalangan.

Minuman tradisional ini biasanya dibuat dari campuran jahe, kayu secang, serai, daun pandan, serta beberapa rempah lainnya seperti kapulaga dan cengkeh. Jahe memberikan sensasi hangat yang khas ketika diminum. Sementara itu, kayu secang memberikan warna merah alami yang menjadi ciri khas dari bir pletok.

Perpaduan berbagai rempah tersebut menghasilkan aroma harum yang cukup kuat. Rasa hangat dari minuman ini membuatnya cocok diminum ketika cuaca sedang dingin atau setelah hujan turun. Tak heran jika bir pletok sering dijadikan pilihan minuman tradisional untuk menghangatkan tubuh.

Di bulan ramadhan seperti saat ini, bir pletok juga bisa menjadi pilihan minuman yang menarik untuk berbuka puasa. Setelah seharian menahan lapar dan haus, minuman hangat dengan aroma rempah dapat memberikan sensasi yang menenangkan. Apalagi ketika hujan turun menjelang waktu berbuka, minuman hangat seperti bir pletok terasa semakin nikmat.

Cara membuat bir pletok sebenarnya cukup sederhana dan dapat dilakukan di rumah. Pertama, siapkan bahan seperti jahe yang dimemarkan, kayu secang, serai yang digeprek, serta daun pandan. Bahan bahan tersebut kemudian direbus bersama air hingga mendidih dan aroma rempah mulai tercium.

Setelah air rebusan mulai berubah warna menjadi kemerahan, tambahkan gula sesuai selera. Proses perebusan dapat dilanjutkan beberapa menit agar semua rasa dari rempah-rempah tercampur dengan baik. Setelah itu, minuman dapat disaring dan disajikan dalam keadaan hangat.

Bagi masyarakat yang ingin mencicipi bir pletok, minuman ini juga cukup mudah ditemukan di Jakarta. Bir pletok dapat dijumpai di sejumlah pusat kuliner khas betawi seperti kawasan Setu Babakan yang dikenal sebagai perkampungan budaya betawi. Selain itu, beberapa toko oleh-oleh khas Jakarta hingga pelaku UMKM juga menjual bir pletok dalam bentuk botol maupun serbuk instan yang praktis diseduh di rumah.

Di tengah cuaca Jakarta yang belakangan sering berubah dari panas ke hujan, bir pletok menjadi salah satu minuman tradisional yang cocok dinikmati. Selain memberikan rasa hangat, minuman ini juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner khas betawi yang masih dilestarikan hingga saat ini. Menikmati bir pletok saat hujan turun atau ketika berbuka puasa pun bisa menjadi cara sederhana untuk merasakan kehangatan dari tradisi kuliner lokal.

Editor : Bintang Pradewo
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Rekomendasi 7 Soto Betawi Favorit di Jakarta untuk Buka Puasa Bareng Keluarga 

Rekomendasi 7 Soto Betawi Favorit di Jakarta untuk Buka Puasa Bareng Keluarga 

Salah satu yang paling diburu saat Ramadhan tentu saja soto betawi, sajian berkuah gurih dengan racikan santan atau susu yang kaya rempah dan potongan daging melimpah.

Segarnya Es Selendang Mayang, Pelepas Dahaga Khas Betawi yang Tak Lekang Waktu

Segarnya Es Selendang Mayang, Pelepas Dahaga Khas Betawi yang Tak Lekang Waktu

Es selendang mayang menjadi salah satu kuliner tradisional khas Betawi yang hingga kini masih bertahan di tengah gempuran minuman modern. Sajian ini dikenal dengan tampilannya yang berwarna-warni serta manis dan gurih.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia