Jumat, 17 Juli 2026
Logo

Gubernur DKI Pramono Anung Gelar Rapat Khusus Bahas Percepatan Pembangunan JPO Tendean Pekan Depan

Kamis, 16 Jul 2026 | 21:12 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Masria Pane/ Jawa Pos)
Gubernur DKI Pramono Anung akan menggelar rapat khusus pekan depan untuk membahas percepatan pembangunan JPO Tendean, termasuk skema CSR dan kerja sama swasta. (Masria Pane/ Jawa Pos)

JawaPos.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menggelar rapat khusus pada pekan depan untuk membahas percepatan pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean yang rusak akibat tertabrak truk crane atau truk pengangkut alat berat.

Rapat tersebut akan difokuskan pada penentuan skema pembangunan agar proses perbaikan JPO di kawasan Tendean tidak memakan waktu lama. Menurut Pramono, keberadaan JPO tersebut sangat penting karena berada di lokasi dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.

"Yang untuk JPO Tendean, karena peristiwanya kan baru kemarin terjadi. Dan saya sudah minta untuk diagendakan minggu depan ini rapat khusus mengenai JPO Tendean," kata Pramono saat ditemui di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (16/7).

Pramono menilai pembangunan kembali JPO tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, jika menggunakan APBD, proses penganggaran akan memerlukan waktu yang cukup panjang.

"Kalau melalui anggaran, butuh waktu lama sekali. Karena untuk APBD tidak mungkin. Harus di APBD Perubahan. Menurut saya juga akan lama," ujarnya.

Kaji Skema CSR hingga Naming Rights

Untuk mempercepat pembangunan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membahas berbagai alternatif pembiayaan. Salah satunya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan perusahaan swasta melalui skema strategic partnership yang disertai hak penamaan atau naming rights.

"Melalui forum CSR, atau melakukan strategic partnership dengan salah satu perusahaan yang kemudian naming rights akan mereka gunakan," ucap Pramono.

Tak hanya itu, Pemprov DKI juga akan mengkaji pemanfaatan mekanisme Koefisien Lantai Bangunan (KLB) maupun Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lahan atau Lokasi (SP3L) sebagai opsi pendukung pembiayaan.

"Jadi pada prinsipnya, tidak boleh terlalu lama untuk tidak dibangun karena tempat itu merupakan tempat yang strategis," katanya.

Editor : Edy Pramana
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Benahi Kawasan Pasar Palmerah, Pramono Siapkan Skema ala Cikini

Benahi Kawasan Pasar Palmerah, Pramono Siapkan Skema ala Cikini

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyiapkan penataan menyeluruh kawasan Pasar Palmerah untuk meningkatkan ketertiban.

Pramono Larang Padel di Zona Perumahan, Harus Zona Komersial, Begini Aturan Lengkapnya

Pramono Larang Padel di Zona Perumahan, Harus Zona Komersial, Begini Aturan Lengkapnya

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengambil langkah tegas terkait pembangunan Lapangan Padel di Jakarta. Karena banyak dikeluhkan.

Gubernur Pramono Anung Rindukan Safari Ramadhan dan Nasi Briyani

Gubernur Pramono Anung Rindukan Safari Ramadhan dan Nasi Briyani

Selain Safari Ramadhan, Pramono juga menyinggung makanan yang kerap dirindukan saat Ramadhan yaitu nasi briyani.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia