Gubernur DKI Pramono Anung Gelar Rapat Khusus Bahas Percepatan Pembangunan JPO Tendean Pekan Depan

JawaPos.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menggelar rapat khusus pada pekan depan untuk membahas percepatan pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean yang rusak akibat tertabrak truk crane atau truk pengangkut alat berat.
Rapat tersebut akan difokuskan pada penentuan skema pembangunan agar proses perbaikan JPO di kawasan Tendean tidak memakan waktu lama. Menurut Pramono, keberadaan JPO tersebut sangat penting karena berada di lokasi dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.
"Yang untuk JPO Tendean, karena peristiwanya kan baru kemarin terjadi. Dan saya sudah minta untuk diagendakan minggu depan ini rapat khusus mengenai JPO Tendean," kata Pramono saat ditemui di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (16/7).
Pramono menilai pembangunan kembali JPO tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, jika menggunakan APBD, proses penganggaran akan memerlukan waktu yang cukup panjang.
"Kalau melalui anggaran, butuh waktu lama sekali. Karena untuk APBD tidak mungkin. Harus di APBD Perubahan. Menurut saya juga akan lama," ujarnya.
Kaji Skema CSR hingga Naming Rights
Untuk mempercepat pembangunan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membahas berbagai alternatif pembiayaan. Salah satunya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Selain itu, pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan perusahaan swasta melalui skema strategic partnership yang disertai hak penamaan atau naming rights.
"Melalui forum CSR, atau melakukan strategic partnership dengan salah satu perusahaan yang kemudian naming rights akan mereka gunakan," ucap Pramono.
Tak hanya itu, Pemprov DKI juga akan mengkaji pemanfaatan mekanisme Koefisien Lantai Bangunan (KLB) maupun Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lahan atau Lokasi (SP3L) sebagai opsi pendukung pembiayaan.
"Jadi pada prinsipnya, tidak boleh terlalu lama untuk tidak dibangun karena tempat itu merupakan tempat yang strategis," katanya.






