Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Kita Sering Merasa Kurang? Ini Penyebab Insecure dan Cara Mengatasinya

R
Penulis: Rafi Akbar❯
Illustrasi Seseorang yang Sedang Insecure Terhadap Pencapaian Orang Lain (Dok. Magnific)
Illustrasi Seseorang yang Sedang Insecure Terhadap Pencapaian Orang Lain (Dok. Magnific)

Advertisement

JawaPos.com - Pernah merasa pencapaian diri sendiri tidak ada apa-apanya setelah melihat keberhasilan orang lain? Atau merasa penampilan dan kemampuan yang dimiliki masih jauh dari kata cukup, meskipun sudah berusaha memberikan yang terbaik?

Perasaan seperti itu cukup sering dialami dalam kehidupan sehari-hari. Ada kalanya seseorang merasa kurang percaya diri, meragukan kemampuannya sendiri, hingga menganggap orang lain memiliki kehidupan yang jauh lebih baik. Kondisi ini biasa disebut sebagai insecure.

Perasaan insecure bisa muncul dalam berbagai situasi, mulai dari lingkungan pertemanan, pekerjaan, pendidikan, hingga hubungan asmara. Jika dibiarkan berlarut-larut, perasaan tersebut dapat mempengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Apa yang Menyebabkan Seseorang Merasa Insecure?

Insecure bukan muncul tanpa alasan. Pengalaman masa lalu, tekanan dari lingkungan sekitar, hingga kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain bisa mempengaruhi kepercayaan diri seseorang. Berikut beberapa hal yang dapat memicu munculnya perasaan insecure.

Advertisement

1. Terlalu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Salah satu penyebab seseorang merasa kurang adalah kebiasaan membandingkan pencapaian, penampilan, atau kehidupan pribadi dengan orang lain. Ketika melihat teman mendapatkan pekerjaan impian, meraih prestasi, atau memiliki kehidupan yang terlihat menyenangkan, seseorang bisa merasa tertinggal.

Kebiasaan ini juga dapat semakin kuat ketika seseorang menghabiskan banyak waktu di media sosial. Unggahan mengenai pencapaian dan momen terbaik orang lain terkadang membuat kehidupan sendiri terasa kurang menarik.

Padahal, apa yang terlihat di media sosial tidak selalu menggambarkan keseluruhan kehidupan seseorang. Setiap orang memiliki proses, tantangan, dan waktunya masing-masing.

2. Terlalu Memikirkan Penilaian Orang Lain

Rasa insecure juga bisa muncul ketika seseorang terlalu mengkhawatirkan pendapat orang lain. Misalnya, takut dianggap tidak menarik, khawatir melakukan kesalahan saat berbicara, atau merasa harus selalu memenuhi harapan orang di sekitarnya.

Akibatnya, seseorang menjadi lebih sibuk memikirkan bagaimana dirinya dinilai daripada menikmati kegiatan yang sedang dijalani. Bahkan, komentar negatif yang pernah diterima bisa terus teringat dan mempengaruhi kepercayaan diri.

Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat membuat seseorang enggan mencoba hal baru karena takut mendapatkan kritik atau penolakan.

Advertisement
Editor : Bintang Pradewo
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan podcast kami?
WhatsApp
Jawa Pos MetropolitanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Spotify
Kami Haus GOL KamuBuka Spotify

Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer