JawaPos.com - Angka pangan Mubazir atau Food Loss di Indonesia cukup besar. Diperkirakan mencapai 56 juta ton tiap tahun, atau senilai ratusan triliun rupiah. Pemerintah berupaya menekan pangan Mubazir yang terbuang sia-sia karena rusak dengan teknologi iradiasi.
Upaya menekan angka food loss itu dikupas dalam diskusi Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (Himni) secara daring, saat dipantau (7/10). Diskusi tersebut mengusung tema Teknologi Iradiasi untuk Ekspor Buah Tropis, Peluang, Tantangan, dan Jalan ke Depan.
Kepala Organisasi Riset Teknologi Nuklir (ORTN) BRIN Syaiful Bakhri mengatakan, riset pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia terus dikembangkan. Selain untuk energi, juga pemanfaatan di sektor pangan. Diantaranya adalah penggunaan Iradiasi untuk memperpanjang usia simpan hasil pangan.
"Food loss tingkat nasional mencapai 56 juta ton, ini harus dicegah," kata dia.
Syaiful menjelaskan, dengan teknologi Iradiasi mampu memperpanjang masa simpan. Karena dalan membunuh bakteri, mikroba, kutu putih, dan lainnya.
"Mikroba itu bisa merusak produk pangan. Menjadikan lebih cepat busuk atau lebih cepat kehilangan nutrisinya," katanya.
Dia berharap dengan teknologi Iradiasi itu, makanan bisa lebih awet. Iradiasi bisa dimanfaatkan untuk makanan siap santap sehingga berumur panjang, ataupun yang masih mentah supaya tidak cepat rusak.
Dalam kesempatan itu, Syaiful memperkenalkan program mereka yang bernama Radiana. Yaitu singkatan dari radiasi aman pangan nusantara. "Namanya cewek," tutur Syaiful lantas tertawa.
Dia menegaskan iradiasi memanfaatkan sumber berbasis nuklir. Sehingga faktor keamanan tidak bisa ditawar-tawar. Apalagi yang diradiasi adalah produk pangan.
Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah pakar di bidang radiasi. Mereka adalah Bimo Saputro dan Murni Indarwati. Dalam paparannya Murni mengatakan aplikasi Iradiasi pangan bisa untuk pangan segar maupun pangan olahan.
"Iradiasi fitosanitari untuk pencegahan tersebarnya hama pada pangan ekspor dan impor," jelasnya. Sedangkan untuk pangan olahan, berguna untuk perpanjangan masa simpanan. Serta mengamankan dari mikroba patogen.
Secara umum dia menyebutkan ada tujuh keunggulan Iradiasi untuk pangan. Yaitu efektif membunuh mikroba atau hama yang tersembunyi. Kemudian tidak meninggalkan residu, praktis, dan terhindar dari reinfestasi hama. Kemudian memperpanjang masa simpan, kualitas produk terjaga, serta cocok untuk produk yang sensitif panas.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi