Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Diburu Anak Muda! 6 Rekomendasi Spot Nongkrong dan Distrik Kuliner di Jakarta

Azmy Muhammad Kiranova • Selasa, 24 Februari 2026 | 17:06 WIB

Kawasan pecinan Glodok, Jakarta. (Dimas Choirul/JawaPos.com)
Kawasan pecinan Glodok, Jakarta. (Dimas Choirul/JawaPos.com)

JawaPos.com - Spot nongkrong dan distrik kuliner kini semakin diburu anak muda Jakarta. Banyak orang mencari satu kawasan yang menghadirkan banyak pilihan tempat makan dan minum dalam satu area, sehingga cukup datang ke satu titik untuk bisa berpindah dari satu tenant ke tenant lainnya.

Konsep seperti ini dinilai praktis dan efisien, apalagi bagi warga ibu kota yang mobilitasnya tinggi. Tidak heran jika kawasan dengan konsep distrik kuliner selalu ramai, terutama saat akhir pekan.

Salah satu kawasan yang selama ini identik dengan konsep tersebut adalah Blok M di Jakarta Selatan. Area ini dikenal memiliki beragam kafe, kedai kopi to go, restoran terjangkau hingga restoran premium, serta deretan dessert yang viral di media sosial.

Akses transportasinya pun mudah dijangkau menggunakan MRT dan berbagai rute Transjakarta. Namun, karena popularitasnya, kawasan ini kerap dipadati pengunjung sehingga sebagian orang mulai mencari alternatif yang suasananya lebih nyaman. Berikut enam rekomendasi spot nongkrong dan pusat kuliner di Jakarta yang bisa menjadi pilihan selain Blok M.

1. Kamaja Social Space

Kamaja menjadi salah satu alternatif menarik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berlokasi di Jalan Kyai Maja, tempat ini dikenal sebagai pusat kuliner yang menghadirkan banyak tenant viral dan cocok untuk nongkrong santai bersama teman. Beberapa tenant yang cukup dikenal antara lain Seporsi Mie Kari, Daribu, dan Roji Ramen.

Tempat ini buka pukul 10.00 hingga 22.00 WIB dan dapat diakses menggunakan Transjakarta, sehingga cukup strategis bagi warga Jakarta Selatan dan sekitarnya. Dengan konsep ruang terbuka yang modern dan area duduk yang nyaman, pengunjung bisa berpindah dari satu tenant ke tenant lain tanpa perlu keluar area, serta tetap menikmati suasana yang relatif tidak sepadat kawasan populer lainnya.

2. Cipete Urban Forest

Cipete Urban Forest yang berada di Jalan RS Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, menawarkan konsep ruang terbuka hijau dengan nuansa seperti hutan kecil di tengah kota. Tenant seperti Teazzi, The Pandan Club, dan Little Talk Bistro menjadi daya tarik tersendiri, sementara jam operasionalnya mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB dan dapat dijangkau dengan Transjakarta, MRT, maupun Mikrotrans. Suasana asri dan area duduk yang tersebar di ruang terbuka membuat tempat ini cocok untuk nongkrong santai, bekerja dari kafe, maupun sekadar menikmati sore hari tanpa harus berada di tengah keramaian pusat kota.

3. PIM 5

Baca Juga: DAMRI Resmi Layani Rute Jakarta–Denpasar, Perjalanan Darat Kini Lebih Praktis

PIM 5 juga bisa menjadi opsi baru bagi warga Jakarta yang ingin mencari suasana berbeda. Setelah sebelumnya hadir dengan PIM 1 hingga PIM 3, pada Februari 2026 Pondok Indah Mall kembali membuka PIM 5 dengan konsep outdoor yang didominasi tenant makanan. Berlokasi di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, area ini dapat diakses menggunakan Transjakarta sehingga tetap mudah dijangkau dari berbagai wilayah.

Konsep ruang terbuka di PIM 5 membuatnya cocok untuk nongkrong santai pada sore hingga malam hari. Beberapa tenant yang hadir antara lain Bebek Kungkung, Madame Kwok, dan Little Amsterdam, dengan sejumlah brand yang baru pertama kali membuka gerai di lokasi tersebut. Kehadiran tenant tenant baru ini membuat PIM 5 terasa segar dan berbeda dibanding pusat perbelanjaan lainnya, sekaligus menjadi magnet baru bagi pecinta kuliner di Jakarta Selatan.

4. Glodok

Beralih ke Jakarta Barat, kawasan Glodok menawarkan pengalaman berbeda dengan nuansa Chinatown yang sudah melegenda. Kawasan ini dikenal sebagai pusat kuliner Chinese yang otentik dan kaya sejarah. Dapat diakses melalui Transjakarta dan turun di Halte Glodok, area ini menghadirkan tenant populer seperti Little Saltbread, Kopi Djauw, serta pusat kuliner Petak Enam. Glodok cocok bagi yang ingin mengeksplorasi cita rasa klasik sekaligus menikmati atmosfer khas kawasan lama Jakarta.

5. Taman Ismail Marzuki

Untuk pilihan di Jakarta Pusat, Taman Ismail Marzuki atau TIM di kawasan Cikini bisa menjadi destinasi nongkrong yang lebih variatif. Selain deretan tempat makan di sekitarnya, kawasan ini memiliki Perpustakaan Jakarta yang nyaman untuk bekerja atau membaca dalam waktu lama. Pengunjung juga dapat menikmati aktivitas lain seperti Planetarium yang menjadi daya tarik tersendiri. Akses menuju lokasi ini cukup mudah menggunakan KRL Commuter Line dan turun di Stasiun Cikini.

Baca Juga: 5 Spot Berbuka Puasa Hits di Jakarta yang Wajib Dicoba

6. PIK 2

Sementara itu, bagi yang ingin menikmati suasana pantai tanpa harus keluar kota, Land’s End di PIK 2, Jakarta Utara, dapat menjadi pilihan. Kawasan ini menawarkan pemandangan laut dan suasana terbuka, bahkan pengunjung bisa melihat pesawat yang hendak mendarat di kejauhan. Tenant yang tersedia antara lain Remy’s yang dikenal cukup premium, Butterman, dan Singapolah. Lokasinya dapat diakses menggunakan Transjakarta rute T31, meski harga makanan di area ini relatif lebih tinggi dibanding kawasan lain.

Beragam pilihan kawasan nongkrong di Jakarta menunjukkan bahwa ibu kota tidak pernah kehabisan destinasi kuliner. Dari Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat hingga Jakarta Utara, masing masing wilayah memiliki karakter dan daya tarik tersendiri. Bagi warga Jakarta yang ingin mencari suasana baru tanpa harus berdesakan di satu titik populer, enam lokasi ini bisa menjadi alternatif. Dengan akses transportasi umum yang semakin mudah dan konsep kawasan yang terintegrasi, aktivitas nongkrong di Jakarta kini semakin praktis dan variatif.

Editor : Bintang Pradewo
#distrik kuliner #spot nongkrong