Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Dua Harimau Mati, DPRD Desak Evaluasi Total Bandung Zoo

Sabtu, 4 Apr 2026 | 20:06 WIB
Pimpinan DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya. (Dok. DPRD Kota Bandung)
Pimpinan DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya. (Dok. DPRD Kota Bandung)

JawaPos.com - Belum reda polemik pengelolaan, Kebun Binatang Bandung kembali disorot. Dua anak harimau Benggala dilaporkan mati akibat virus.

Kematian dua satwa dilindungi itu memicu keprihatinan DPRD Kota Bandung. Pimpinan DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya menegaskan, peristiwa tersebut tidak bisa dianggap sebagai insiden biasa.

“Ini sangat memprihatinkan dan harus menjadi pelajaran penting. Kematian satwa langka seperti harimau tidak bisa dianggap sepele. Meski disebut akibat virus, tetap harus ada evaluasi menyeluruh,” ujarnya, Kamis (26/3).

Menurut Edwin, kasus ini menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap pengelolaan satwa di Kebun Binatang Bandung. Terlebih, sebelumnya sempat terjadi persoalan internal yang berkepanjangan.

Ia juga menyoroti peran Pemerintah Kota Bandung yang dinilai harus lebih optimal dalam melakukan pengawasan.

“Pemkot Bandung harus memastikan seluruh hewan dirawat dengan baik. Namun faktanya, hal itu belum sepenuhnya terwujud,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

DPRD pun mendorong koordinasi lintas instansi, mulai dari Pemkot Bandung, Kementerian Kehutanan, hingga pengelola kebun binatang, untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Selain itu, Edwin menekankan pentingnya standar perawatan satwa, mulai dari pemberian pakan yang sesuai, kebersihan kandang, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Jangan sampai kejadian ini terulang. Semua pihak harus memastikan satwa di Kebun Binatang Bandung mendapat perawatan yang layak. Ini momentum untuk berbenah,” tandasnya.

Sebelumnya, dua anak harimau Benggala bernama Huru dan Hara mati akibat terpapar virus panleukopenia. Keduanya mengembuskan napas terakhir pada Selasa (24/3) dan Kamis (26/3). Penanganan sempat dilakukan secara kolaboratif oleh sejumlah pihak, mulai dari Rumah Sakit Hewan Cikole, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, BBKSDA, hingga tim medis kebun binatang. Namun, nyawa kedua satwa tersebut tak tertolong. (*)

Editor : Ilham Safutra
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Ada Kebun Binatang Baru di Jakarta Barat, Rencana Pembangunan Citra Interactive Zoo Tuai Antusiasme dan Kekhawatiran

Ada Kebun Binatang Baru di Jakarta Barat, Rencana Pembangunan Citra Interactive Zoo Tuai Antusiasme dan Kekhawatiran

Citra Interactive Zoo dan disebut akan berlokasi di kawasan Sunset Avenue, Citra 8. Berdasarkan informasi yang beredar, kebun binatang ini ditargetkan buka pada tahun 2026.

Pendatang Diminta Tak Datang Tanpa Rencana, DPRD Soroti Ketatnya Persaingan di Bandung

Pendatang Diminta Tak Datang Tanpa Rencana, DPRD Soroti Ketatnya Persaingan di Bandung

Kota Bandung diprediksi diserbu pendatang baru. DPRD Kota Bandung mengimbau para perantau tidak datang tanpa rencana, di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

HIPMI Dinilai Jadi Motor Kemandirian Ekonomi Masyarakat

HIPMI Dinilai Jadi Motor Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi menegaskan peran pengusaha tidak hanya menciptakan peluang usaha, tetapi juga membawa masyarakat menuju kemandirian ekonomi.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia