Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Dishub Kota Depok Prioritaskan Program Transportasi dan Infrastruktur

Febry Ferdian • Minggu, 29 Desember 2024 | 23:44 WIB
Zamroni, kepala Dinas Perhubungan Kota Depok.
Zamroni, kepala Dinas Perhubungan Kota Depok.

JawaPos.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok mencatat berbagai pencapaian penting pada tahun 2024 untuk meningkatkan kualitas transportasi dan infrastruktur publik. 

Kepala Dishub Depok Zamrowi menyebutkan, pencapaian ini sejalan dengan visi menciptakan transportasi yang lebih baik, aman, dan berkelanjutan. Salah satu inovasi utama adalah peluncuran aplikasi SIMDISHUB yang memudahkan akses layanan seperti pelaporan parkir liar dan pendaftaran uji kendaraan bermotor. Aplikasi ini juga mendukung pengelolaan data penerangan jalan umum (PJU) dan sistem ATCS untuk meningkatkan efisiensi lalu lintas.  

Modernisasi transportasi publik turut dilakukan melalui layanan Biskita TransDepok, yang melayani rute Terminal Depok–LRT Harjamukti dan telah mengangkut 113.000 penumpang. ’’Selain itu, angkot modern Mikro Trans D.10 A dengan fasilitas canggih juga mulai beroperasi, melayani rute Terminal Depok-Terminal Jatijajar dengan lebih dari 69.000 penumpang,’’ papar dia. 

Dishub Depok juga berhasil mengaktivasi Stasiun Pondok Rajeg yang telah berhenti beroperasi sejak 2006. Peresmian ini diharapkan mengurangi kemacetan dan meningkatkan konektivitas moda transportasi di wilayah Margonda.  

Peningkatan infrastruktur lalu lintas dilakukan melalui pemasangan 100 cermin lalu lintas, 85 rambu, dan 9 kamera CCTV baru. Zona Selamat Sekolah (ZoSS) juga diterapkan di 10 sekolah, termasuk SMPN 29 Cipayung dan SMAN 10 Depok, untuk meningkatkan keselamatan pelajar.  

’’Untuk mendukung fasilitas transportasi umum, Dishub membangun halte baru di GOR dan Anggrek serta memperbaiki halte di Balai Kota. Langkah ini dilengkapi dengan pemasangan 666 unit PJU baru dan pemeliharaan 5.800 PJU untuk meningkatkan keamanan jalan,’’ ungkap dia. 

Dishub juga menghapus retribusi uji kendaraan bermotor, yang menguntungkan pemilik kendaraan dengan penghematan biaya. Hingga akhir 2024, sebanyak 4.668 kendaraan telah mengikuti uji kelayakan dengan tingkat kelulusan 100 persen.  

Selain itu, kajian perencanaan transportasi seperti jalur alternatif, jalur sepeda, dan redesain simpang terus dilakukan untuk mengurangi kemacetan dan mendukung transportasi berkelanjutan. Langkah-langkah ini diharapkan memperkuat sistem transportasi Kota Depok ke depannya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#dishub kota depok