JawaPos.com – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Tangsel akan melakukan inkubator UKM. Program tersebut diberikan gratis untuk para UKM di wilayahnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel Bachtiar Priyambodo mengatakan, pihaknya akan melakukan untuk inkubasi UKM di Tangsel. Dalam proses, nanti akan seleksi terlebih dahulu.
’’Untuk pelaksanaan nanti pelatihan sampai nanti kita melakukan pendampingan dan ada business matching terakhir. Diharapkan dari proses ini nanti akan tumbuh entrepreneur yang mandiri, yang kuat sebagai fondasi dalam perekonomian kota Tangsel,’’ kata Bachtiar usai Launching Inkubator CMORE Tangsel di Gedung Galeri Koperasi & UKM Kota Tangsel, Serpong, Senin (20/1).
Dia menuturkan, berdasar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 2021 untuk penyelenggaraan inkubasi UMKM minimal untuk level kota adalah 20 tenant. Kendati demikian, pihaknya menargetkan ada 150 yang mendaftar. Sehingga pihaknya bisa menyeleksi atau kurasi lebih baik lagi.
’’Benefitnya itu, pelatihan biasanya kan hanya selesai pada output ini sampai pada impact, benefit. Jadi, pesertanya dari awal pun kita sudah menyeleksi dulu. Kemudian nanti akan dilakukan wawancara bahkan di awal nanti akan ada semacam kontrak, perjanjian dengan kita,’’ terangnya.
Dalam inkubasi itu, lanjut dia, pada proses pelatihan akan ada berbagai sumber. Pihaknya sudah bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi hingga Kemenkop.
’’Setelah ada bootcamp atau pelatihan, yang lama adalah proses pendampingan, di sini akan inkubator sampai benar-benar berhasil. Di situ ada tantangan, kendala, kita berusaha untuk menyelesaikan sehingga dari 20 tenant yang ikut semuanya bisa berhasil dan ujungnya ada business matching untuk menyalurkan permodalan maupun pemasaran dari produk-produk yang kita inkubasi,’’ lanjutnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel sekaligus Ketua Lembaga Inkubator CMORE Tangsel Maya Elsera menambahkan, untuk UKM atau peserta tentunya ada syarat-syarat. Pendaftaran akan dibuka pada 20 Januari sampai 10 Februari 2025.
Kemudian, seleksi administrasi pada 11 sampai 12 Februari. Selanjutnya ada seleksi wawancara pada 18 Februari.’’Program inkubasi Maret sampai September,’’ terangnya. Dia menyampaikan, dalam inkubasi tersebut ada sebenarnya ada 10 bidang. Namun, pihaknya memfokuskan pada di lima bidang, yaitu makan dan minun, kecantikan, kesehatan, market place dan e-commerce serta jasa pariwisata.
Pihaknya berharap, ke depan mereka yang di inkubasi tersebut tidak lagi disebut UKM tapi entrepreneur. Sehingga bisa meningkatkan penghasilan, berpotensi di pasar nasional maupun internasional.
’’Ke depan rencananya akan berkelanjutan. Target 20 kita fokus dulu, ini pertama untuk inkubasi. Ke depan akan ditambah lagi rencananya. Kita juga harus mendapatkan tenan yang berkomitmen mengikuti dari awal sampai akhir. Program ini gratis,’’ papar Maya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi