JawaPos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mulai melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) mulai kemarin (11/3). OMC yang bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) direncanakan akan berlangsung hingga 20 Maret 2025, sesuai dengan prediksi cuaca ekstrem.
Sekretaris BPBD DKI Maruli Sijabat menuturkan, OMC yang dilaksanakan pada periode ini dilakukan secara serentak dengan daerah penyangga, Jawa Barat, dan Banten. ”Kami kolaborasi dengan pemerintah daerah sekitar. Jadi Jawa Barat pun melakukan OMC, Banten pun melakukan OMC, BNPB pun melakukan OMC, Jakarta pun melakukan OMC. Kita bersama-sama melakukan OMC mulai tanggal 11 sampai tanggal 20 ini,” tuturnya.
Menurut Maruli, langkah OMC itu dilakukan kembali karena dinilai efektif dalam menanggulangi bencana banjir di Jakarta. Sebab, dari hasil evaluasi terhadap beberapa OMC yang sudah dilakukan sebelumnya, cukup signifikan untuk mengurangi curah hujan.
”Bisa mengurangi 60–70 persen curah hujan. Jadi, curah hujannya cukup bisa diminimalisir, kemudian juga bisa diredistribusi lagi untuk curah hujannya,” katanya.
Lebih lanjut, untuk pelaksanaan OMC periode ini, posko Jakarta berlokasi di Bandara Halim Perdana Kusuma. Tidak hanya Jakarta, posko OMC Banten dan BNPB juga ada di sana. Lantaran pelaksanaan OMC bersamaan, Maruli menyebutkan bahwa Pemprov DKI sedang meminta dukungan untuk penerbangan malam dari BNPB.
Sementara ini, dari hasil koordinasi, setiap harinya akan ada dua penerbangan untuk OMC periode ini. Keduanya merupakan penerbangan standar dan harus atas arahan dari BMKG.
”Jadi, bila terjadi potensi untuk pertumbuhan awan konvektif, awan hujan, maka kami lakukan OMC. Namun kalau tidak ada pertumbuhan awan hujan, maka kami tidak lakukan OMC,” imbuhnya. (rya/ilo)
Editor : Arief Indra Dwisetyadi