JawaPos.com - Ketua DPRD DKI mengaku kecewa dampak gangguan layanan Bank DKI. Sebab, dirinya tidak bisa menggunakan layanan bank tersebut, sementara gajinya disalurkan melalui bank tersebut.
’’Kecewa, ya kecewalah. Saya nggak bisa transfer. Akhirnya, saya minta tolong anak saya untuk transfer. Tapi, jangan karena kekecewaan, kemudian kita mau mengosongkan rekening. Itu kan aset kita,’’ terang Ketua DPRD DKI Khoirudin.
Meski begitu, dia yakin Gubernur DKI Pramono Anung akan menyelesaikan masalah Bank DKI tersebut. ’’Hari ini, pak gubernur rapat menyikapi itu semua. Pasti akan dicari dan diselesaikan penyebabnya. Meskipun, sangat kami sayangkan juga, saat momen orang membutuhkan layanan bank online, namun Bank DKI mengalami permasalahan. Mudah-mudahan bisa selesai,’’ imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD DKI Ima Mahdiah. Dia merasa kecewa karena gangguan layanan Bank DKI. ’’Pasti kecewa, karena saya merasakan sendiri. Gaji nggak bisa dipakai. Staf-staf saya juga mau gajian susah karena nggak bisa transfer,’’ ujar Ima.
Karena itu, Ima menyebutkan, Pemprov DKI bisa memanfaatkan momen itu untuk berbenah dengan bersih-bersih di Bank DKI. ’’Mas Pram dan Bang Doel bisa langsung bersih-bersih. Saya sebagai Wakil Ketua DPRD DKI sangat mendukung adanya perombakan, mana yang bisa kerja, mana yang nggak bisa kerja,’’ katanya.
Dalam kesempatan itu, Ima juga mengungkapkan ada ribuan penerima KJP tahun 2024 yang belum menerima dana bantuan karena ATM Bank DKI belum dicetak. ’’Bahkan, tadi pun saya ngobrol dengan beberapa orang KJP di tahun 2024 saja, yang tahap kedua itu masih ada 95 ribu lagi yang belum dicetak ATM-nya. Jadi belum dapat undangan, yang seharusnya 95 ribu orang itu sudah bisa mendapatkan dana dari KJP tersebut,’’ terangnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi