JawaPos.com - Ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar untuk menjadi jangkar stabilitas ekonomi dunia. Indonesia berkomitmen untuk menjadi bagian penting dalam arsitektur keuangan syariah global.
Bank Indonesia (BI) pun berupaya memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional. Salah satunya melalui penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang berlangsung hari ini (8/10) hingga Minggu (12/10) di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
BI menggandeng sejumlah organisasi internasional dalam gelaran tahun ini. Yaitu, International Islamic Liquidity Management Corporation (IILM), Islamic Financial Services Board (IFSB), dan Islamic Development Bank (IsDB). Opening ceremony ISEF 2025 akan dibuka dan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur BI Perry Warjiyo.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyampaikan bahwa ISEF bukan hanya sekedar festival. Tapi juga wadah kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem syariah yang berkelanjutan.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Puji Sikap Gubernur DKI Pramono yang Tak Protes Meski DBH Dipotong Rp 15 Triliun
“Sinergi, inovasi, digitalisasi, serta kepatuhan terhadap prinsip eksyar diperlukan untuk mewujudkan visi eksyar Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia,” katanya.
Pada perhelatan tahun lalu, ISEF mencatatkan transaksi temu bisnis senilai hampir Rp 2 triliun. Nominal tersebut meliputi transaksi komitmen dan realisasi pembiayaan sebesar Rp 641 miliar, komitmen dan realisasi perdagangan sebesar Rp 295 miliar, dan komitmen kerja sama ekosistem keuangan syariah sebesar Rp 1 triliun.
Selain itu, ISEF 2024 menampilkan 5 ribu pelaku usaha UMKM syariah lanjutan dari berbagai daerah. Mulai dari sektor fashion halal, makanan, hingga produk keuangan syariah dengan total omset penjualan mencapai Rp 115 miliar. (han/dio)
Editor : Arief Indra Dwisetyadi