JawaPos.com – Pemprov DKI terus meningkatkan penanganan tuberkulosis (TBC) di Jakarta. Terlebih, Jakarta ingin mewujudkan bebas TBC tahun 2030.
Wakil Gubernur DKI Rano Karno menuturkan, layanan TBC di Jakarta sudah cukup lengkap. Karena itu, Pemprov DKI meyakini bisa menekan angka kasus TBC di Jakarta. ’’TBC ini jadi catatan khusus Presiden Prabowo bahwa kita harus segera memberantas TBC. Ternyata sampai hari ini, TBC ini masih penyakit yang sangat mematikan,’’ katanya.
Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, TBC itu merupakan penyakit yang bisa disembuhkan. Namun, diakuinya membutuhkan waktu relatif lama, yakni sekitar enam bulan, dan tidak boleh terputus. Jika pasien berhenti minum obat selama sebulan saja, masa pengobatan harus diulang dari awal.
’’Kadang pengobatannya agak melelahkan, tapi ini memang karakteristik penyakit ini. Karena itu penting bagi pasien untuk disiplin,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Ani Ruspitawati menuturkan, sejak awal tahun hingga 22 Oktober 2025, ada sebanyak 46.308 kasus TBC ditemukan di Jakarta. Jumlah itu sekitar 66 persen dari 70.258 kasus TBC yang ditargetkan ditemukan pada tahun 2025. ’’Dari penemuan kasus TBC 2025 terdapat 824 kasus TBC Resisten Obat (RO),’’ katanya.
Dari kasus temuan itu, ada sebanyak 75 persen keberhasilan pengobatan TBC Sensitif Obat (TBC SO) dan 64 persen keberhasilan pengobatan TBC Resisten Obat (TBC RO). Adapun pengobatan TBC dapat dilakukan di 832 fasilitas kesehatan. Perinciannya, 330 PKM, 118 rumah sakit swasta, 53 rumah sakit pemerintah, 265 klinik swasta, 46 Klinik pemerintah, dan 20 tempat praktik mandiri dokter.
Menurut Ani, Pemprov DKI Jakarta juga terus berupaya memperkuat kolaborasi dan program Kampung Siaga TBC untuk meningkatkan deteksi kasus demi mempercepat eliminasi TBC. Beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain penguatan program pencarian kasus aktif (Active Case Finding), skrining berbasis masyarakat, serta pemanfaatan aplikasi JakScan untuk mempercepat deteksi dini.
Berdasar data DKI, tahun 2024 sudah ada 274 Kampung Siaga TBC yang dibentuk di 267 kelurahan. Tahun ini, jumlahnya meningkat menjadi 563 kampung dengan tambahan 289 Kampung Siaga TBC. “Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembentukan 1.060 Kampung Siaga TBC pada 2026 dan 2.741 kampung pada 2029 sebagai bagian dari upaya eliminasi TBC pada 2030,” tambahnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi