JawaPos.com – Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, melakukan peninjauan kegiatan Try Out Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang diselenggarakan di SMAN 62 Jakarta, berlokasi di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati.
Kegiatan ini diikuti oleh 72 peserta didik. Munjirin menjelaskan bahwa kegiatan try out ini merupakan kali kedua diadakan di wilayah Jakarta Timur.
Sebelumnya, try outserupa telah diikuti oleh 441 pelajar dari berbagai sekolah di Jakarta Timur. Pada kesempatan kali ini, sebanyak 2.236 peserta didik dari seluruh Jakarta Timur turut serta dalam Try Out KJP.
"Mudah-mudahan pelaksanaan yang kedua ini berjalan dengan baik. Sempat ada gangguan jaringan, namun sudah kembali normal setelah diperbaiki," ujarnya, kemarin (18/11).
Ia menambahkan bahwa seluruh aspek teknis pelaksanaan try out ini diatur oleh lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) Naiju yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur. Saat berinteraksi dengan para peserta, Munjirin melihat bahwa secara umum mereka mampu mengerjakan soal-soal yang diberikan.
Para siswa juga menyampaikan antusiasme mereka terhadap program ini, bahkan beberapa di antaranya berharap agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih sering.
Munjirin menjelaskan bahwa try out ini akan diselenggarakan sebanyak lima kali hingga menjelang pelaksanaan ujian akhir semester atau ujian nasional. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan dan kesetaraan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu, sehingga mereka memiliki persiapan yang sama dengan pelajar dari keluarga yang lebih mampu.
"Pemprov DKI memberikan fasilitas Bimbel atau try out bagi keluarga tidak mampu. Ini sebagai persiapan mereka untuk memasuki perguruan tinggi negeri. Bimbel ini akan berlangsung hingga Februari mendatang," jelasnya.
Sementara, Pelaksana Tugas Kepala SMAN 62 Jakarta Luhur Setiawati menyampaikan bahwa dari total 642 peserta didik di sekolahnya, hanya 72 siswa kelas 12 yang merupakan pemegang KJP yang mengikuti try out ini.
"Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari dengan durasi sekitar 3,5 jam, dengan total 160 soal," katanya.
Pelaksana Teknis dari NAIJU Taufik Tope Rendusara menilai bahwa program ini memiliki peran penting dalam membuka akses latihan terstruktur bagi penerima manfaat KJP.
Taufik mengungkapkan bahwa banyak pelajar penerima KJP yang memiliki potensi besar, namun tidak memiliki akses ke latihan soal dan evaluasi rutin seperti siswa yang mengikuti Bimbel berbayar.
"Melalui try out ini, mereka dapat mengetahui posisi awal, kelemahan, serta strategi belajar yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi seleksi perguruan tinggi," pungkasnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi