JawaPos.com – PT Jakarta Propertindo (Jakpro) membuka ruang pemberdayaan baru bagi perempuan Jakarta. Mulai dari ibu rumah tangga hingga kelompok rentan melalui pelatihan seni keramik di Kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM). Pemberdayaan itu dilakukan melalui program CSR Jakpro dengan tajuk Karya Ibu Berdaya.
Program ini tak sekadar menjadi rangkaian peringatan Hari Ibu 2025, tetapi juga langkah strategis Jakpro dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar aset perusahaan.
Pelatihan itu berlangsung di Gedung Trisno Soemardjo Lantai 5 sebagai Strategic Business Unit (SBU) yang dikelola Jakpro. Melalui kolaborasi dengan Lost in Clay Jakarta Pottery Studio, peserta mendapatkan instruktur profesional, fasilitas studio, tungku pembakaran, dan modul pembelajaran komprehensif.
Baca Juga: Wali Kota Munjirin Tinjau Try Out KJP di SMAN 62 Jakarta
Pendekatan pelatihan dibuat intensif dan terstruktur sehingga peserta dapat menghasilkan karya yang bisa dikembangkan menjadi peluang usaha rumahan maupun cikal bakal UMKM.
Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta Iin Mutmainnah, mengapresiasi kolaborasi Jakpro bersama Kelurahan Cikini, Balai Pemasyarakatan Jakarta Pusat,
Kementerian Ketenagakerjaan tersebut. Program itu juga disebutkannya menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kapasitas perempuan rentan.
Dia menilai, peluang di sektor kreatif terus tumbuh sehingga dibutuhkan program yang mampu menjawab kebutuhan keterampilan industri tersebut.
“Memfokuskan program pada pemberdayaan perempuan merupakan langkah strategis pembangunan yang cerdas. Dampaknya berlipat ganda karena perempuan cenderung menginvestasikan pendapatannya untuk keluarga,” ujar Iin.
Utamanya, untuk pendidikan dan kesehatan anak-anak mereka. Iin meyakini, keluarga dengan anak-anak yang lebih sehat dan terdidik memiliki masa depan yang lebih baik. “Ini juga menjadi upaya memutus siklus kemiskinan antargenerasi,” tambahnya.
Sementara itu, VP Corporate Secretary Jakpro Yeni Widayanti menuturkan, Karya Ibu Berdaya dirancang untuk memberikan keterampilan nyata.
“Pemberdayaan perempuan tidak boleh berhenti pada seminar. Program ini memastikan peserta memiliki kemampuan konkret yang bisa meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Program itu disebutkannya menyasar kepada 25 perempuan dari berbagai latar belakang, termasuk peserta rekomendasi Kelurahan Cikini dan komunitas rentan yang didampingi Kementerian Ketenagakerjaan.
Kelompok rentan tersebut mencakup mantan narapidana, penyintas penyalahgunaan narkoba, dan kelompok marginal lain yang membutuhkan ruang untuk memulai lembaran baru.
Selama satu bulan pelatihan, peserta dibimbing mulai dari pengenalan alat, teknik pembuatan, trimming, hingga dekorasi slip dan underglaze.
Setiap peserta menghasilkan tiga karya final yang dapat dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi. Pada tahap lanjutan, peserta dibekali kemampuan dasar desain kemasan, branding, hingga strategi pemasaran digital dan konvensional. Karya peserta juga berpeluang menjadi merchandise resmi perusahaan.
“Program ini bukan intervensi jangka pendek. Jakpro dan mitra akan melakukan monitoring, pendampingan, serta membuka akses peserta menuju bazar, showcase, hingga pembentukan kelompok usaha bersama,” imbuhnya.
Karena itu, dia berharap, keterampilan yang diperoleh mampu terus berkembang dan memberikan dampak sosial berkelanjutan.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi