Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Pemkot Jaktim Pastikan Oknum Penipu Lansia Bukan ASN Dukcapil

Yogi Wahyu Priyono • Sabtu, 22 November 2025 | 07:34 WIB

 

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin (kanan) saat meninjau pembangunan waduk, Cilangkap.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin (kanan) saat meninjau pembangunan waduk, Cilangkap.

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) memastikan bahwa pelaku penipuan terhadap seorang pria lanjut usia (lansia) yang mengaku sebagai petugas Suku Dinas (Sudin) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Timur bukanlah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).
 


Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyatakan bahwa Sudin Dukcapil Jakarta Timur tidak pernah menghubungi warga melalui telepon atau video call untuk memberikan pelayanan. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap kasus penipuan yang menimpa seorang lansia berinisial PS, yang menjadi korban setelah dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai petugas Sudin Dukcapil Jakarta Timur.


"Saya segera melakukan pengecekan terhadap nama-nama yang disebut oleh korban, yaitu Daniel Syahputra dan Benny Heryanto, yang mengaku sebagai ASN dari Disdukcapil DKI. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa tidak ada petugas Sudin Dukcapil Jaktim dengan nama tersebut," kata Munjirin. 
 


Sudin Dukcapil Jaktim juga telah melakukan sosialisasi melalui media sosial sebagai langkah antisipasi terhadap penipuan. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa petugas Sudin Dukcapil Jaktim tidak pernah memberikan pelayanan melalui telepon.

"Untuk saya mengimbau warga untuk tidak mudah percaya kepada orang yang mengaku sebagai petugas Dukcapil melalui sambungan telepon," ujarnya. 


Selain itu, memberikan beberapa tips untuk menghindari penipuan yang mengatasnamakan petugas Dukcapil DKI atau suku dinas lainnya. Pertama, warga diminta untuk tidak panik dan tidak mengikuti instruksi dari penelepon yang mengaku sebagai petugas Dukcapil. Kedua, warga diminta untuk tidak memberikan data pribadi atau kode OTP (One Time Password) kepada penelepon.

Ketiga, Munjirin menyarankan agar warga segera memutus sambungan telepon dari penelepon untuk melindungi data pribadi. Terakhir, Munjirin menyarankan agar warga melaporkan kejadian penipuan kepada polisi dan memeriksa media sosial Dukcapil Jakarta Timur untuk informasi lebih lanjut.
 


Sebelumnya, seorang pria lansia berinisial PS, 68, menjadi korban penipuan setelah dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai petugas Sudin Dukcapil Jakarta Timur. Penelepon bernama Daniel Syahputra mengenakan seragam cokelat dan peci hitam. Korban juga dihubungi melalui aplikasi WhatsApp oleh pria lain bernama Benny Heryanto yang mengenakan kemeja batik Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri).
 


Awalnya, korban sedang mengurus pindah domisili dari Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, ke Tangerang Kota. Setelah urusan tersebut selesai, korban dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai petugas Dukcapil Jakarta Timur.

Tanpa curiga, korban mengikuti arahan pelaku untuk mengirimkan data diri, termasuk identitas (ID) perbankan. Pelaku beralasan bahwa ada data diri yang belum lengkap dan menawarkan bantuan untuk memprosesnya secara daring (online). Setelah itu, korban menyadari adanya email terkait transfer uang sebesar Rp231 ribu ke rekening atas nama Edi Jhon. 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#pemkot jakarta timur