JawaPos.com – Rencana pembangunan fasilitas skywalk di Flyover Latumeten mendapatkan dukungan penuh dari Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth. Menurutnya, fasilitas ini harus menjadi bagian integral dari konsep pembangunan yang holistik, tidak hanya mengakomodasi kendaraan, tetapi juga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas.
’’Bagus sekali. Memang harapan saya seperti itu. Jembatan layang ini fungsinya jangan hanya untuk kendaraan saja, tapi juga bermanfaat buat masyarakat," ujar Kenneth, Senin (24/11).
Dengan dialihkan rute Bus Transjakarta ke atas Flyover Latumeten, keberadaan fasilitas pendukung untuk mobilitas warga menjadi semakin krusial. Kenneth menekankan perlunya konsep pembangunan Flyover Latumeten yang komprehensif dan terintegrasi dengan halte serta fasilitas publik lainnya. Tujuannya adalah menciptakan infrastruktur yang inklusif dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
’’Jadi saya minta jalan layang ini kalau dibangun harus benar-benar manfaatnya komprehensif lah. Harus buat semua," tegas Kenneth.
Menanggapi dukungan tersebut, Ketua Subkelompok Pembangunan dan Peningkatan Jalan dan Jembatan Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga DKI Jakarta Imam Adi Nugraha, memastikan bahwa konsep integrasi telah menjadi perhatian utama dalam pembangunan Flyover Latumeten.
’’Di tengah ada sarana integrasinya. Kami juga memikirkan sarana integrasi penumpang. Bagaimana sarana orang menyeberang," jelas Imam, mengindikasikan komitmen terhadap kemudahan akses bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi publik.
Setelah pembangunan Flyover Latumeten rampung, Halte Transjakarta di bagian atas akan siap beroperasi dan dilalui oleh bus. Penumpang dapat naik dan turun langsung dari halte tersebut dengan memanfaatkan skywalk atau jembatan penyeberangan orang (JPO) yang terintegrasi.
"Saat flyover jadi, sudah terbangun juga Halte TJ di atas. Dilintasi TJ dan bisa berhenti di atas. Sehingga penumpang nyaman menggunakan sarana integrasi," imbuh Imam, menggambarkan kenyamanan yang akan dirasakan oleh pengguna transportasi publik.
Selain itu, fasilitas tersebut juga dirancang ramah disabilitas dengan dilengkapi lift. "Kita juga mempertimbangkan untuk ramah disabilitas dengan melengkapi adanya lift," tambah Imam.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan Flyover Latumeten tidak hanya menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi publik dan meningkatkan kenyamanan seluruh pengguna jalan. Dengan adanya skywalk dan fasilitas pendukung lainnya, diharapkan Flyover Latumeten dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi mobilitas dan kualitas hidup masyarakat Jakarta.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi