JawaPos.com — Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yeti Wulandari, mendorong agar Setu Gadog dan sejumlah setu lainnya di wilayah Depok dikembangkan sebagai lokasi ekowisata. Hal itu ia sampaikan saat ikut serta dalam kegiatan pembersihan Setu Gadog di Cimanggis bersama Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah beberapa waktu lalu.
Yeti mengatakan Setu Gadog memiliki nilai historis dan budaya yang kuat sehingga layak dijadikan salah satu destinasi ekowisata unggulan.
’’Adanya Setu Gadog di sini, ada mata air di sini yang memang ternyata sudah turun-temurun menjadi salah satu tempat untuk petilasan. Dan juga di keliling ini ada juga kebudayaan Topeng Kinan yang merupakan salah satu kebudayaan yang memang sangat terkenal di Kota Depok. Nah, ini kan sudah merupakan salah satu kelengkapan bagi kita untuk menjadi ekowisata di Cimanggis dan Kota Depok,” ujarnya.
Menurut Yeti, selain potensi alam dan budaya, keberadaan kelompok seni setempat seperti sanggar tari juga dapat mendukung pengembangan wisata lokal. ’’Ini yang memang harus benar-benar kita tingkatkan. Mungkin nanti kita mungkin bisa injeksi dengan anggaran untuk pembelian lahan untuk bisa mobilisasi,” katanya.
Dia berharap pemerintah kota dan DPRD dapat mengoptimalkan dukungan anggaran agar kawasan setu dapat terkelola lebih baik dan memberikan manfaat bagi warga sekitar, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.
Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menegaskan kualitas air di Setu Gadog, Cimanggis, Kota Depok, kini mulai menunjukkan perbaikan setelah sumber pencemar di sekitar lokasi berhasil ditutup. Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air KLHK, Tulus Laksono, saat menghadiri kegiatan pembersihan setu dan pelepasan bibit ikan pada Sabtu (22/11).
Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari langkah tegas KLHK dan Pemerintah Kota Depok yang sebulan lalu menyegel salah satu bangunan peternakan yang disinyalir menjadi sumber pencemaran air di Setu Gadog. Penutupan tersebut dilakukan setelah ditemukan aliran limbah yang mengalir ke badan air setu.
Tulus Laksono menyampaikan, pihaknya telah melakukan pengambilan sampel air terbaru untuk memastikan kondisi lingkungan pasca penyegelan. ’’Kami baru ambil minggu kemarin sampel airnya. Karena ada rencana penuangan eco enzim," papar dia
Editor : Arief Indra Dwisetyadi